Rabu, Mei 6, 2026
No menu items!

Korban Terkaman Buaya di Sungai Selok Ditemukan Tak Utuh oleh Tim Brimob Kaltim

Balikpapan, Satu Indonesia – Warga Balikpapan Utara digemparkan oleh insiden tragis di Sungai Selok, Kariangau KM 13, setelah seorang warga dilaporkan hilang akibat diterkam buaya. Tim Respon Bencana dari Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur segera bergerak ke lokasi pada Rabu (15/10/2025) untuk melakukan pencarian intensif terhadap korban bernama Pardi Wijaya, warga Batu Ampar, Balikpapan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 17.00 WITA. Saat memancing di sekitar area proyek jalan tol Kariangau, korban diserang seekor buaya muara. Rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib sekitar pukul 18.30 WITA, sehingga memicu operasi pencarian besar-besaran melibatkan Brimob dan unsur SAR gabungan.

Tim Respon Bencana Batalyon C Pelopor Brimob melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Selok menggunakan peralatan khusus. Pencarian berlangsung hingga larut malam di tengah kondisi medan yang sulit dan minim pencahayaan. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil tragis pada Rabu dini hari, sekitar pukul 02.45 WITA, ketika tim menemukan beberapa potongan tubuh korban di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, sisa tubuh korban belum seluruhnya ditemukan. Diduga bagian tubuh lainnya masih berada di dasar sungai atau terbawa arus. Komandan Batalyon C Pelopor memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian demi keselamatan personel, dan akan melanjutkannya pada Kamis pagi (16/10/2025) dengan menambah jumlah personel serta memperkuat peralatan pencarian.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa korban. Ia menegaskan komitmen jajarannya dalam melanjutkan pencarian.

“Kami telah mengerahkan personel terbaik dan peralatan SAR lengkap. Saya menghargai dedikasi personel Batalyon C Pelopor yang bekerja tanpa lelah di tengah risiko tinggi. Ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan kami. Kami berharap sisa tubuh korban segera ditemukan agar keluarga dapat memakamkannya dengan layak,” ujar Kombes Andy Rifai.

Kombes Andy juga mengimbau masyarakat Balikpapan, khususnya yang tinggal di sekitar Sungai Selok dan Kariangau, agar lebih waspada dan menghindari aktivitas di wilayah yang dikenal sebagai habitat buaya. Ia menambahkan, koordinasi antara Brimob, BPBD, Basarnas, dan aparat setempat akan terus diperkuat untuk menjaga keselamatan warga serta membantu keluarga korban dalam proses evakuasi.

TERPOPULER

TERKINI

Makanan dan Minuman Penurun Kolesterol Tinggi yang Wajib Dicoba

Samarinda, Satu Indonesia – Tahukah Anda, tubuh kita sebenarnya membutuhkan kolesterol untuk membantu pembentukan sel-sel sehat.Hanya saja, kadar kolesterol yang terlampau tinggi justru bisa menyebabkan pembentukan...