Senin, April 20, 2026
No menu items!

Kronologis Pencabutan Kartu Identitas Pers Istana hingga Respon Mensesneg

Jakarta, Satu Indonesia – Pemimpin Redaksi CNN Indonesia TV, Titin Rosmasari mengonfirmasi terjadinya pencabutan kartu identitas pers Istana atas nama jurnalis Diana Valencia.

Dalam pernyataan perusahaan di Jakarta pada Minggu (28/9/2025), Titin menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada Sabtu (27/9/2025) sekitar pukul 19.15 WIB, ketika seorang petugas Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden mengambil langsung ID pers tersebut di kantor CNN Indonesia.

Titin menyatakan pihaknya terkejut atas tindakan tersebut dan mempertanyakan dasar pencabutan ID pers tanpa penjelasan resmi.

CNN Indonesia telah mengirimkan surat kepada BPMI dan Menteri Sekretaris Negara untuk meminta klarifikasi atas keputusan itu.

“Kami tentu mempertanyakan alasan pencabutan ID Pers tersebut,” ujarnya dalam keterangan itu, dilansir dari Antara.

Ia menegaskan bahwa pertanyaan yang diajukan Diana Valencia kepada Presiden Prabowo terkait program MBG bersifat kontekstual dan menjadi perhatian publik.

CNN Indonesia dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan BPMI pada Senin (29/9) pagi untuk menindaklanjuti surat permintaan klarifikasi tersebut.

Respon Mensesneg soal pencabutan kartu identitas pers

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan singkat ikhwal keputusan mencabut kartu identitas Pers Istana milik jurnalis CNN Indonesia tersebut.

Dalam wawancara cegat seusai menghadiri konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, di Jakarta pada Minggu (28/9/2025), Prasetyo merespons bahwa saat ini pemerintah lebih memfokuskan perhatian pada penanganan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Yang penting BGN dulu, MBG dulu ya. Jangan sampai ada kejadian lagi,” katanya singkat menanggapi pertanyaan soal ID pers wartawan Istana CNN yang dicabut.

Prasetyo tidak merinci lebih lanjut proses pengambilan ID tersebut, namun memastikan pemerintah sedang bekerja menuntaskan evaluasi dan langkah perbaikan agar insiden keracunan dalam program MBG tidak terulang.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI