Minggu, April 19, 2026
No menu items!

Osteoporosis: Kenali Gejalanya, Cegah Sejak Dini

Samarinda, Satu Indonesia – Selama ini kita mengenal osteoporosis sebagai penyakit keropos tulang yang biasa terjadi pada lansia (lanjut usia). Namun sebenarnya osteoporosis bisa dicegah dan diobati agar tidak berdampak pada kualitas gerak tubuh Anda di kehidupan sehari-hari.

Menurut International Osteoporosis Foundation, 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria dengan usia 50 tahun keatas di seluruh dunia akan mengalami penyakit ini.

Sementara itu, Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia sebesar 23% pada wanita berusia 50-80 tahun, dan 53% pada wanita berusia 80 tahun keatas. Pengeroposan tulang terjadi karena menurunnya kepadatan tulang, sehingga kualitas tulang menjadi rentan dan rapuh seiring waktu. 

Dilansir dari Mitra Keluarga, berikut penjelasan lengkap mengenai osteoporosis. Yuk simak!

Apa Itu Osteoporosis? 

Osteoporosis adalah penyakit yang umumnya terjadi karena kerusakan jaringan tulang. Sehingga, tulang mengalami penipisan dan pengurangan massa. Hal ini berdampak pada hubungan antar tulang. 

Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit jika bergerak karena tulang Anda mengalami penurunan massa dan keropos.

Fatalnya berakibat pada fraktur tulang, padahal Anda hanya sekadar ingin mengikat tali sepatu, bersin, atau melakukan aktivitas dengan gerakan sederhana lainnya.

Biasanya, osteoporosis mudah terjadi pada tulang belakang, tulang pinggul, dan pergelangan tangan. 

Macam-Macam Osteoporosis

Anda perlu mengetahui jika osteoporosis memiliki berbagai macam berdasarkan perbedaan faktor. Berikut adalah macam-macam osteoporosis:

1. Osteoporosis primer

Osteoporosis primer, biasa disebut dengan osteoporosis tipe 1, merupakan osteoporosis yang umumnya dikenali karena terjadi pada wanita usia lanjut atau mulai menunjukkan tanda-tanda menopause. 

Penyebab utama tipe osteoporosis primer ini karena menurunnya hormon estrogen pada wanita dan hormon androgen pada pria. Sehingga, tulang perlahan akan mengalami pengapuran. 

2. Osteoporosis sekunder

Osteoporosis sekunder atau osteoporosis tipe 2 adalah pengapuran tulang yang disebabkan oleh penyakit tertentu dan sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Akibatnya, terjadi gangguan pertumbuhan jaringan tulang baru. Beberapa penyakit yang rentan terserang osteoporosis tipe ini antara lain diabetes, lupus, ginjal, liver.

Osteogenesis imperfecta dan idiopathic juvenile osteoporosis adalah dua jenis kelainan tulang yang masuk ke dalam pengeroposan tulang tipe 2 yang biasa terjadi pada anak.

Faktor Risiko Osteoporosis

Osteoporosis dapat terjadi oleh siapa saja dengan faktor yang berbeda, yakni:

  1. Wanita mudah terserang osteoporosis karena jaringan tulangnya yang sedikit dan mudah rapuh karena faktor menopause. 
  2. Semakin bertambah usia, semakin rentan terkena osteoporosis karena tulang yang semakin menipis.
  3. Osteoporosis dapat terjadi karena genetik.
  4. Hormon seksual, seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria melemah
  5. Penderita anorexia nervosa, salah satu eating disorder yang menyebabkan tubuhnya kurus menyerupai tulang. 
  6. Pasien yang sedang dalam masa pengobatan yang cukup lama.
  7. Kurangnya asupan vitamin D dan kalsium. 
  8. Memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, sering mengkonsumsi alkohol, dan mengkonsumsi kafein dengan kadar tinggi. 

Osteoporosis Sering Dikaitkan Dengan Osteopenia

Osteoporosis dan osteopenia, dua istilah penyakit tulang yang sering berkaitan karena gejala awal yang sama, yaitu menurunnya kepadatan dan mineral tulang (bone mineral density).

Namun, sebenarnya osteoporosis adalah kelainan tulang yang lebih parah dibandingkan osteopenia.

Gejala-gejala Osteoporosis

Perlu diketahui bahwa penyakit osteoporosis termasuk ke dalam silent disease yang artinya kondisi medis yang tidak menunjukkan gejala atau tanda yang jelas pada tahap awal, sehingga seringkali terabaikan atau baru disadari ketika sudah berada dalam stadium lanjut dan kondisinya semakin parah.

Maka dari itu, Anda harus mengenal gejala osteoporosis berikut ini:

  1. Sakit punggung berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama,
  2. Sering mengalami cedera pada tulang,
  3. Postur tubuh yang kian lama semakin membungkuk,
  4. Menurunnya tinggi badan, 
  5. Patah tulang akibat cedera ringan.

Diagnosis Osteoporosis

Saat dokter melakukan pemeriksaan, terdapat beberapa metode untuk diagnosis berdasarkan keluhan pasien:

a. DXA (Dual energy X-Ray absorptiometry), untuk mengetahui massa dan kepadatan tulang yang bisa diukur pada tulang tubuh tertentu.

b. Bone scan untuk mengetahui perkiraan risiko patah tulang pada pasien. 

c. Foto rontgen untuk mendeteksi patah tulang pada pasien. 

d. Tes darah dan urin jika pasien terdeteksi penyakit lain yang dapat memicu osteoporosis.

e. Pemeriksaan rutin jika pasien memiliki risiko osteoporosis tinggi.

Pencegahan Osteoporosis Agar Tulang Selalu Sehat

Anda tentunya ingin memiliki tulang yang sehat dan kuat. Osteoporosis dapat dicegah dengan gaya hidup sehat yang rutin. Berikut adalah cara mencegah osteoporosis yang bisa Anda ikuti:

1. Mengkonsumsi makanan yang bergizi

Menurut American Society for Biochemistry and Molecular Biology, mengkonsumsi makanan bergizi mampu menjaga kesehatan tulang jika rutin dikonsumsi sejak masa pertumbuhan.

Apalagi, usia remaja 18-20 tahun merupakan masa dimana nutrisi sangat membantu pembentukan tulang hingga 90%. Makanan sehat dengan gizi seimbang dipercaya membangun massa otot. 

2. Asupan gizi tinggi kalsium

Institute of Medicine di Amerika mengatakan jika konsumsi kalsium direkomendasikan sebanyak 1.000 mg untuk wanita berusia 19-50 tahun dan ibu hamil serta menyusui. Bagi wanita lansia dianjurkan untuk memenuhi asupan kalsium sebanyak 1.200 mg. 

Bagaimana dengan anjuran asupan kalsium bagi pria? Dengan dosis yang sama seperti wanita, yaitu 1.000 mg bagi pria berusia 17-70 tahun, dan 1.200 mg untuk pria berusia 70 tahun keatas. 

Anda bisa konsumsi makanan atau minuman seperti kacang-kacangan, susu kedelai/susu almond, tempe, tahu, ikan, teri, dan brokoli.

3. Mencukupi vitamin D

Selain kalsium, vitamin D juga menjadi nutrisi paling penting untuk menyerap kalsium, dan direkomendasikan agar dikonsumsi sebanyak 600-800 IU.

Agar kesehatan tulang tetap terjaga dan terbebas dari osteoporosis, cara paling sederhana adalah berjemur di pagi hari setiap 5-15 menit setiap 2-3 kali seminggu. Jangan lupa untuk melindungi tubuh dengan tabir surya (sunblock) agar terhindar dari kanker kulit. 

Selain berjemur, vitamin D dapat Anda penuhi dengan nutrisi dari susu, ikan-ikanan seperti salmon, tuna, kod, atau makanan tinggi vitamin D lainnya yang bersifat nabati. Tambahkan konsumsi suplemen vitamin D jika perlu. 

4. Olahraga teratur dan aktif bergerak

Olahraga secara teratur dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi risiko fraktur sebesar 40%. Untuk mengurangi risiko osteoporosis, olahraga dengan intensitas gerak ringan-sedang sangat disarankan, seperti peregangan (Yoga, pilates, tai chi), jalan kaki, lari, strength training seperti kardio ringan, sampai angkat beban yang disesuaikan dengan kemampuan Anda. 

5. Hindari rokok dan minuman alkohol, serta kafein yang berlebih

Kebiasaan merokok, minum alkohol, sampai mengkonsumsi minuman kafein seperti kopi terlalu sering akan berdampak pada kesehatan tulang Anda. 

Dikutip dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (2021), nikotin dalam rokok memberikan efek toksik langsung pada osteoblas dan peredaran darah, yang menyebabkan risiko patah tulang pada bagian femur. Rokok juga mempengaruhi kerja hormon yang mengakibatkan terhambatnya proses aksis vitamin D pada tulang. 

Bagaimana dengan mengkonsumsi kopi dan minuman kafein lainnya? Jika berlebihan, tentunya dapat meningkatkan risiko osteoporosis seperti menurunnya kepadatan dan kadar mineral tulang, serta meningkatnya jumlah ekskresi kalsium dalam urin. 

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...