Minggu, April 19, 2026
No menu items!

Tetapkan 7 Tersangka, Patroli Siber Dimasifkan Endus Pelaku Baru

Jakarta, Satu Indonesia – Tim Siber Bareskrim Polri terus memasifkan patroli siber untuk menelusuri akun-akun media sosial yang diduga memprovokasi aksi demonstrasi pekan lalu yang berujung kericuhan.

Saat ini, Polri membuka kemungkinan adanya tersangka baru dari hasil penyelidikan.

Informasi ini disampaikan Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta pada Rabu (3/9/2025). Pihaknya tetap melakukan patroli siber untuk melihat apakah masih ada akun-akun lain yang memprovokasi, termasuk yang memiliki keterkaitan dengan tersangka yang sudah ditangkap namun belum ditindaklanjuti.

Tetapkan 7 tersangka provokasi

Sebelumnya, Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, menerima lima laporan polisi terkait provokasi dan penghasutan melalui media sosial yang berujung kericuhan di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kami telah menerima 5 laporan polisi dan kami tindaklanjuti dengan kami lakukan penangkapan terhadap 7 orang tersangka,” ungkap Himawan.

Ia menjelaskan hingga saat ini, dua orang ditahan Direktorat Siber Polda Metro Jaya, dua orang ditahan Direktorat Siber Bareskrim Polri, dua lainnya diamankan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sementara satu tersangka ditangani Direktorat Siber Bareskrim Polri tanpa penahanan.

“Satu tersangka ditangani oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri dan tidak dilakukan penahanan,” tambahnya.

Para tersangka tersebut antara lain WH (31) pemilik akun Instagram @bekasi\_menggugat, KA (24) pemilik akun Instagram Aliansi Mahasiswa Penggugat, LFK (26) pemilik akun Instagram @Larasfaizati, CS (30) pemilik akun TikTok @Cecepmunich, IS (39) pemilik akun TikTok @hs02775, SB (35) pemilik akun Facebook dengan nama Nannu, serta G (20) pemilik akun Facebook dengan nama Bambu Runcingya.

Sebelumnya, kericuhan demonstrasi yang dipicu keresahan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah serta perilaku sejumlah pejabat dan anggota DPR berlangsung sejak 25 Agustus hingga awal September 2025.

Aksi yang awalnya terpusat di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, kemudian meluas ke berbagai daerah. Dalam peristiwa itu, tercatat 10 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...