Jumat, Juli 24, 2026
No menu items!

Yuk Gerak! Tips Lawan Gaya Hidup Sedentari

Samarinda, Satu Indonesia – Perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat telah merubah pola kerja dan kebiasaan hidup manusia secara signifikan.

Banyak dari kita yang terlena dengan kepraktisan hidup imbas kemajuan teknologi yang membuat kita bisa melakukan banyak hal hanya dengan berada di rumah saja, tanpa perlu berpindah tempat.

Fenomena ini menciptakan tren yang dikenal sebagai gaya hidup sedentary (sedentary lifestyle) atau ketidakaktifan fisik, di mana sebagian besar waktu dihabiskan dalam posisi duduk atau berbaring.

Jangan salah, fenomena ini memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan, lho! Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap mengenai Sendentary Lifestyle!

Apa Itu Sedentary Lifestyle

Sedentary lifestyle merujuk pada kegiatan yang dilakukan di luar waktu tidur, di mana aktivitas fisik sangat minim dan menghasilkan sedikit kalori terbakar, kurang dari 1 metabolic equivalent. 

Kementerian Kesehatan RI (2013) mendefinisikan sedentary behavior sebagai perilaku duduk atau berbaring sepanjang hari, di luar waktu tidur.

Contohnya meliputi menonton TV dalam waktu lama, bermain video game, duduk berjam-jam di depan komputer, atau bahkan menggunakan kendaraan untuk jarak pendek yang sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Semua ini mencerminkan gaya hidup yang kurang aktif.

Dampak Buruk Sedentary Lifestyle pada Kesehatan

Pola hidup yang tidak aktif memiliki dampak serius pada kesehatan. Sirkulasi darah yang buruk dan metabolisme tubuh yang terganggu dapat menyebabkan kesulitan dalam memecah lemak dan gula, mengakibatkan peningkatan berat badan. 

Kebiasaan ini juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, dan kecemasan. Bahkan, risiko kematian dini pun dapat meningkat. 

Sedentary lifestyle memiliki dampak buruk yang beragam pada tubuh manusia, termasuk peningkatan risiko kematian akibat berbagai penyebab, kematian akibat penyakit kardiovaskular, risiko kanker, serta risiko gangguan metabolik seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan dislipidemia; gangguan muskuloskeletal seperti nyeri sendi dan osteoporosis; depresi; dan gangguan kognitif.

Oleh karena itu, mengurangi perilaku tidak aktif dan meningkatkan aktivitas fisik keduanya penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Semakin lama kita tidak bergerak, semakin besar risiko yang kita hadapi terhadap berbagai masalah kesehatan.

Bagaimana Cara Mengatasi Gaya Hidup Sedentari?

Mengatasi sedentary lifestyle dapat dimulai dari hal kecil yang berdampak besar, yaitu melawan rasa malas untuk menggerakan tubuh dan juga meluangkan waktu setidaknya 20 menit sekali untuk melakukan peregangan otot.

Berikut adalah beberapa langkah lebih detail untuk mengatasi gaya hidup sedentari:

1. Tingkatkan Aktivitas Fisik Harian:

  • Berjalan kaki atau bersepeda: Pilih untuk berjalan kaki atau bersepeda ke tempat kerja, sekolah, atau saat berbelanja daripada menggunakan kendaraan.
  • Naik tangga: Hindari lift atau eskalator, dan gunakan tangga untuk bergerak.
  • Peregangan: Lakukan peregangan ringan setiap jam jika bekerja di depan komputer.
  • Aktivitas fisik ringan: Lakukan pekerjaan rumah tangga yang melibatkan aktivitas fisik, seperti menyapu, mengepel, atau berkebun.
  • Berinteraksi langsung: Daripada mengirim pesan atau email, cobalah untuk berbicara langsung dengan rekan kerja atau teman.
  • Jadwalkan aktivitas fisik: Sisihkan waktu untuk berolahraga secara rutin, seperti jogging, berenang, atau yoga. 

2. Kurangi Waktu Duduk:

  • Istirahat dari layar:

Setiap 20-30 menit, berdiri dan bergeraklah sebentar. Jika menonton TV, berdiri saat iklan. Jika bekerja di depan komputer, aktifkan pengingat untuk berdiri dan bergerak. 

  • Berdiri saat memungkinkan:

Biasakan untuk berdiri saat berbicara di telepon, menonton TV, atau dalam rapat. Jika memungkinkan, gunakan meja berdiri untuk bekerja.

  • Kurangi waktu menonton TV:

Batasi waktu menonton TV dan ganti dengan aktivitas fisik atau hobi lainnya. 

3. Gaya Hidup Sehat:

  • Makan makanan bergizi: Konsumsi makanan sehat dan seimbang untuk menjaga berat badan ideal.
  • Kelola stres: Cari cara untuk mengelola stres, seperti meditasi, yoga, atau menghabiskan waktu di alam.
  • Tidur yang cukup: Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. 

4. Motivasi dan Dukungan:

  • Tetapkan tujuan:

Tetapkan tujuan yang realistis dan berikan hadiah untuk diri sendiri saat mencapai target.

  • Ajak teman:

Ajak teman atau keluarga untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik bersama.

  • Bergabung dengan komunitas:

Ikuti kelas olahraga atau bergabung dengan komunitas yang aktif.

  • Cari dukungan:

Jika perlu, konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan untuk mendapatkan saran dan dukungan. 

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat mengatasi gaya hidup sedentari dan meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup Anda. 

TERPOPULER

TERKINI