Senin, Mei 25, 2026
No menu items!

Mengapa Bayi Baru Lahir Tidur Terus Menerus? Ini Penjelasannya!

Samarinda, Satu Indonesia – Menjadi orangtua berarti memasuki babak baru kehidupan yang penuh tantangan sekaligus keajaiban—terutama bagi mereka yang baru saja menyambut kehadiran sang buah hati.

Salah satu hal yang sering membuat orangtua baru bertanya-tanya adalah kebiasaan tidur bayi. Nah, tahukah Anda bahwa bayi yang baru lahir biasanya tidur dalam waktu yang sangat lama? Apakah itu normal? Dan apa sebenarnya alasan dibalik kebiasaan Si Kecil yang tampak terus-menerus terlelap?

Menurut Baby Center, bayi baru lahir memang membutuhkan banyak waktu untuk tidur—bahkan bisa mencapai 14 hingga 18 jam per hari. Meski terdengar mengejutkan, hal ini sepenuhnya normal.

Waktu istirahat yang panjang ini memainkan peran penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi yang berlangsung sangat cepat. Jadi, jangan khawatir! Setiap jam tidur Si Kecil adalah investasi besar bagi masa depannya.

Dilansir dari HaiBunda, berikut penjelasan lengkap mengenai pola tidur bayi yang baru lahir!

Periode Tidur Bayi Baru Lahir

Meski banyak tidur di minggu-minggu awal kehidupannya, perlu diingat bahwa bayi baru lahir tidak tidur lebih dari 2-4 jam sekaligus, baik siang maupun malam.

Bayi baru lahir biasanya tidur 14-18 jam per hari di minggu-minggu pertama, kemudian 12-16 jam saat mereka berusia satu bulan. Ingat, setiap anak itu unik, sehingga ada yang tidur sedikit atau justru lebih lama dari rata-rata.

Meskipun bayi baru lahir menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur, Bunda kemungkinan besar tetap akan merasa kelelahan. Ini karena mereka biasanya terbangun setiap 2-3 jam untuk menyusu.

Jadi meskipun total waktu tidur mereka banyak, tetapi itu tidak terjadi dalam satu periode panjang.

“Terutama di tahun pertama kehidupan, bayi berkembang pesat lebih cepat daripada di tahap lainnya. Proses ini membutuhkan tidur yang cukup untuk memastikan mereka dapat mencapai tonggak penting,” ujar spesialis tidur anak, Rachel Mitchell, dikutip dari The Bump.

Mengapa Bayi Baru Lahir Tidur Terus-Menerus? 

Tidur dan menyusu menjadi rutinitas bayi baru lahir pada umumnya. Salah satu alasan di balik kondisi ini adalah karena bayi sedang tumbuh pesat.

Ya, bayi tumbuh sangat cepat di tahun pertama kehidupannya. Sekitar usia 1 tahun, berat badan bayi kemungkinan telah mencapai hingga tiga kali lipat dari berat lahirnya. 

Dalam tahun pertama ini juga, bayi akan belajar tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, makan makanan padat, belajar keterampilan sosial, dan bahkan berjalan.

Tidur yang cukup pun menjadi bagian penting dari perkembangan fisik dan mental tersebut, terutama karena membantu mendukung proses belajar.

Beberapa manfaat tidur bagi bayi baru lahir di antaranya:

  • Membantu otak lebih maksimal menyerap informasi baru tentang lingkungannya
  • Berperan dalam penguatan memori
  • Membantu pemrosesan sensorik
  • Mempersiapkan bayi untuk bereksplorasi dengan cara-cara baru

Singkatnya, bayi baru lahir tidur begitu banyak karena mereka sedang belajar banyak hal dan tumbuh dengan sangat cepat. Semua waktu istirahat itu membantu mendukung perubahan besar yang mereka alami di periode selanjutnya.

“Bayi juga belum memiliki ritme sirkadian yang teratur, sehingga mereka belum bisa membedakan antara siang dan malam. Dengan kata lain, bayi belum tahu kapan waktunya tidur dan kapan waktunya bangun,” ujar Mitchell.

Mungkinkah Bayi Tidur Terlalu Banyak Atau Berlebihan?

Wajar bagi bayi baru lahir untuk tidur hampir terus-menerus, termasuk untuk terbangun hanya untuk menyusu lalu tertidur lagi. 

Berapa lama bayi bisa tetap terjaga sebelum kembali butuh tidur bergantung pada banyak faktor, termasuk temperamen dan durasi tidur sebelumnya. Hal ini sering disebut sebagai wake window (jendela bangun) dan akan bertambah seiring bertambahnya usia bayi. 

Bayi baru lahir biasanya hanya bisa terjaga sekitar 1-1,5 jam sebelum butuh tidur lagi. Beberapa bayi bahkan bisa jadi sangat nyenyak saat tidur, sehingga mereka tidak terbangun untuk menyusu sesering yang seharusnya. 

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi baru lahir dibangunkan untuk menyusu setiap 2-3 jam pada siang hari dan setiap 4 jam pada malam hari sampai berat badan lahir mereka kembali tercapai.

Ada juga masa-masa ketika Bunda mungkin melihat Si Kecil akan tidur lebih banyak dari biasanya. Ada berbagai alasan bayi kadang membutuhkan lebih banyak tidur, termasuk:

Sakit Ringan

Jika bayi mengalami sakit ringan, termasuk seperti pilek. Bayi membutuhkan istirahat untuk pulih dari sakit, seperti halnya orang dewasa.

Growth Spurt

Bayi mengalami beberapa fase pertumbuhan cepat di tahun pertama kehidupan mereka. Masa pertumbuhan ini membutuhkan lebih banyak istirahat untuk mendukung perubahan tubuh.

Usai Vaksinasi 

Bayi mungkin tidur lebih banyak setelah menerima imunisasi, karena tubuh mereka bekerja membangun kekebalan.

Kuning (Jaundice)

Kondisi ini umum terjadi pada bayi baru lahir, terutama yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu. Bayi dengan jaundice cenderung tidur lebih banyak daripada bayi tanpa kuning. Jaundice ringan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 minggu.

Periode tidur yang lebih lama sesekali adalah hal yang normal dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika tidur panjang bayi disertai demam atau tanda-tanda gangguan pernapasan seperti napas cepat atau mendengus saat bernapas, segera hubungi konsultasikan ke dokter.

TERPOPULER

TERKINI