Penajam, Satu Indonesia – Kebakaran lahan terjadi di Desa Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 12.21 WITA.
Dari hasil peninjauan awal di lapangan, kebakaran ini diduga terjadi karena kemarau panjang yang menyebabkan kondisi lahan menjadi sangat kering sehingga mudah terbakar.
Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1,3 hektar, kendati demikian dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Kebakaran di tengah cuaca ekstrem dan angin kencang menimbulkan kekhawatiran lantaran berpotensi mempercepat penyebaran api ke area yang lebih luas, termasuk mendekati wilayah permukiman.
Atas kejadian insiden ini, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara segera berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait dan langsung melakukan pemadaman di lokasi kejadian.
“Proses pemadaman melibatkan berbagai armada dan sumber daya dari sejumlah instansi. Upaya dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan mobil tangki BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Penajam Paser Utara, mobil pemadam Dinas Pertanian, serta mobil Armored Water Cannon milik Polres Penajam Paser Utara. Langkah ini dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk meminimalkan dampak kebakaran,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BPN, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).
Ia menjelaskan seluruh titik api saat ini telah berhasil dipadamkan, dan proses pendinginan telah dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan.
“Petugas juga melakukan monitoring lanjutan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada titik api baru yang muncul dari bara yang tersisa,” tambahnya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka, terutama selama musim kemarau.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian seperti ini sangat penting demi percepatan respons dan penanganan,” tukasnya.
Redaksi

