Rabu, April 29, 2026
No menu items!

Kolaborasi BRIN-OceanX Ungkap Megafauna Langka di Laut Sulawesi

Manado, Satu Indonesia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama OceanX berhasil menuntaskan misi penelitian laut dalam di perairan Sulawesi Utara. Dalam kolaborasi internasional bertajuk OceanX–BRIN Collaborative Deep-Sea Research and Capacity Building Program 2025 ini berhasil mengidentifikasi 14 spesies megafauna.

Temuan tersebut terdiri atas 10 spesies mamalia laut, dua spesies hiu, dan dua spesies penyu. Seluruh data tersebut dikumpulkan melalui rangkaian penelitian yang berlangsung sejak awal Januari 2026 lalu.

Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto menyampaikan bahwa misi ini berfokus pada aspek biodiversitas, oseanografi, serta pengamatan laut secara komprehensif. Selain itu, tim juga mendalami data terkait fish aggregating device (FAD) atau rumpon guna mendukung pengelolaan sumber daya laut.

Peneliti mamalia laut dari Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Sekar Mira, mengungkapkan keberhasilan tim dalam memantau megafauna melalui observasi udara menggunakan helikopter dari kapal riset. Selain mamalia umum seperti paus sperma, tim juga menemukan spesies yang jarang teramati di perairan Indonesia.

“Bahkan, kami menjumpai Indopacetus pacificus (paus paruh Longman) yang jika terkonfirmasi akan menjadi catatan baru bagi daftar biodiversitas di perairan Indonesia,” ujarnya.

Penemuan ini menambah wawasan penting mengenai kekayaan hayati laut dalam di wilayah Sulawesi Utara.

Selain identifikasi fauna, ekspedisi menggunakan kapal riset canggih OceanXplorer juga memetakan gunung bawah laut di kawasan tersebut. Pemetaan ini bertujuan memahami karakteristik geologi serta habitat penting bagi ekosistem laut dalam yang sebelumnya masih minim data.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian riset kelautan nasional sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola konservasi laut Indonesia.

Hasil temuan BRIN dan OceanX akan menjadi dasar ilmiah penting dalam pengembangan kebijakan perlindungan ekosistem megafauna laut dalam Sulawesi di masa mendatang.

TERPOPULER

TERKINI

Buah Cempedak, Si Legit yang Baik untuk Kesehatan

Samarinda, Satu Indonesia – Siapa tak kenal dengan buah cempedak? Buah yang satu ini terkenal dengan aromanya yang sangat kuat, tajam, dan khas, sering...