Riyadh, Satu Indonesia – Pemanfaatan teknologi cerdas dan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin digencarkan di berbagai belahan dunia.
Seperti di Arab Saudi, diketahui negara ini telah memanfaatkan teknologi cerdas dan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk melayani hampir 2 juta jamaah haji tahun 2025 ini.
Sebagaimana diketahui, ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan setiap Muslim yang mampu secara finansial, setidaknya sekali seumur hidup.
Ibadah haji mencakup beberapa ritual yang melambangkan inti ajaran Islam dan memperingati ujian hidup yang dialami Nabi Ibrahim beserta keluarganya.
Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual umat Muslim yang begitu penting. Oleh karena itulah, pemerintah Saudi telah meluncurkan berbagai layanan digital untuk mempermudah perjalanan spiritual para jamaah.
Salah satu layanan itu adalah Manarah 2—robot AI yang mampu berkomunikasi dalam 20 lebih bahasa. Robot itu dapat memberikan informasi secara seketika tentang apa pun kepada para jamaah di lokasi-lokasi utama.
Selain itu, ada juga kartu Nusuk, yang memungkinkan jamaah mendaftarkan kunjungan ke tempat suci Rawdah di Masjid Nabawi.
Kartu tersebut juga diharapkan dapat mengurangi jumlah orang yang tersesat atau hilang.
Pusat Panduan Bus Makkah yang dilengkapi teknologi cerdas akan beroperasi bersama platform Nusuk dan platform pintar Arshidni untuk memastikan transportasi yang aman dan akurat menuju tempat tinggal para jamaah.
Tak hanya itu, aplikasi kesehatan seluler Tawakkalna juga akan memberikan pembaruan tentang kondisi kesehatan jamaah dan menyediakan akses ke layanan medis.
Arab Saudi juga akan memperkenalkan Smart Enrichment Assistant—aplikasi inovatif yang memberikan informasi dalam berbagai bahasa mengenai beragam layanan bermanfaat, termasuk waktu salat, jadwal imam, dan lokasi kelas-kelas keagamaan.
Pemerintah Saudi meluncurkan Makkah Route Initiative—layanan berkualitas tinggi untuk menyederhanakan prosedur perjalanan jamaah haji di negara asal mereka, serta mempermudah proses keberangkatan secara lancar dan tanpa hambatan di titik keberangkatan yang telah ditentukan.
Saudi juga memperkenalkan sistem pengodean dan penyortiran bagasi untuk mempermudah proses pengiriman bagasi dari bandara keberangkatan sampai ke tempat akomodasi jamaah di Makkah atau Madinah.
Tak luput juga, tersedianya berbagai aplikasi seluler untuk membaca dan mempelajari kitab suci Al Qur’an bagi para jamaah.
Pekan depan, lebih dari 1,2 juta jamaah yang telah datang ke Arab Saudi dinyatakan siap untuk melaksanakan ibadah haji yang telah dijadwalkan.

