Balikpapan, Satu Indonesia — Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memperkuat sinergi pembangunan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara melalui kerja sama lintas wilayah di bidang infrastruktur dan pelayanan publik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung percepatan pembangunan ibu kota baru sekaligus menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Kalimantan Timur.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor beserta jajaran pemerintah daerah di Balai Kota Balikpapan, Jumat (8/5/2026).
Audiensi berlangsung dengan pembahasan utama mengenai penguatan konektivitas antarwilayah, sinkronisasi pembangunan infrastruktur, hingga kesiapan daerah menghadapi peningkatan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan penduduk akibat pembangunan IKN.
Balikpapan selama ini dikenal sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan ibu kota baru karena memiliki fasilitas transportasi, logistik, dan layanan penunjang yang relatif lengkap. Sementara Penajam Paser Utara menjadi wilayah yang secara langsung menjadi lokasi pembangunan pusat pemerintahan baru Indonesia.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan pembangunan IKN membutuhkan dukungan dan koordinasi seluruh daerah penyangga agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pembangunan IKN membawa tantangan sekaligus peluang besar. Karena itu, diperlukan satu visi yang sama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata,” ujar Rahmad Mas’ud.
Ia menilai kolaborasi antardaerah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pembangunan berjalan berimbang, baik dari sisi infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, peningkatan aktivitas menuju kawasan IKN akan berdampak langsung terhadap kebutuhan transportasi, distribusi logistik, hingga pelayanan publik di wilayah sekitar.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah juga membahas penguatan akses jalan dan infrastruktur penghubung guna memperlancar arus barang dan jasa. Selain itu, isu lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, serta peluang investasi lintas wilayah turut menjadi perhatian bersama.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menilai komunikasi yang intensif antarwilayah sangat diperlukan agar pembangunan kawasan penyangga IKN dapat berjalan lebih efektif dan saling mendukung.
“Kolaborasi antardaerah harus terus diperkuat supaya pembangunan di kawasan penyangga IKN berjalan selaras dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Kedua pemerintah daerah juga sepakat meningkatkan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat realisasi program pembangunan yang terintegrasi. Dengan kerja sama tersebut, Balikpapan dan PPU optimistis mampu menjadi kawasan strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi dan transformasi Kalimantan Timur sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

