Balikpapan, Satu Indonesia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan telah menyiapkan sebanyak 60 orang petugas kebersihan yang khusus menangani sampah yang berada di kawasan pemukiman atas air.
Upaya ini dilakukan untuk menanggulangi tingginya volume sampah di wilayah pesisir Kota Balikpapan.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terdapat 60 petugas yang ditempatkan di 10 kelurahan pesisir se Kota Balikpapan.
“Ini artinya, setiap kelurahan mendapat rata-rata 6 petugas. Namun, khusus untuk wilayah Balikpapan Barat, pihaknya menambah 20 petugas tambahan,” jelasnya.
Untuk di Balikpapan Barat, lanjutnya, terutama di permukiman atas air seperti di Pemuka Mata Sayur, ditempatkan tambahan 20 petugas.
Karena volume sampah di sana cukup tinggi,” tambahnya.
Lebih lanjut Sudirman menuturkan, saat ini setiap hari volume sampah di pesisir berkisar antara 6 hingga 9 ton. Namun saat musim angin selatan dan saat air pasang, jumlahnya bisa meningkat lebih dari 9 ton per hari.
“Sampah ini bukan hanya berasal dari warga setempat. Saat air pasang, banyak sampah terbawa dari laut dan ketika surut, sampah tertinggal di pantai,” tukasnya.
Saat ini, sambung dia, para petugas tersebut hanya bisa membersihkan area pantai yang memiliki daratan. Sementara di kawasan perairan tanpa daratan, penanganan lebih sulit dilakukan.
“Meskipun begitu, kami memastikan pantai-pantai yang memiliki akses darat tetap rutin dibersihkan,” ujarnya.
Soal penanganan sampah, dirinya mengakui bahwa jumlahnya cenderung stabil dari tahun ke tahun.
“Sampahnya tidak menurun signifikan. Tapi yang jelas, kami terus upayakan pengelolaan dan penanganannya agar tidak mengganggu lingkungan,” imbuhnya.
Dengan adanya tambahan petugas, pihaknya berharap kebersihan kawasan pesisir, khususnya yang padat penduduk seperti Balikpapan Barat, bisa lebih terjaga.
Masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan baik di pesisir pantai, di darat, maupun di pegunungan, karena sampah dari darat dan di pegunungan juga terbawa arus sungai dan dan akan ke laut ketika hujan, kemudian menumpuk di garis pantai saat air surut.
(MH/HL)

