Jeddah, Satu Indonesia – Timnas U-17 mengalahkan tim unggulan Korea Selatan (Korsel) dengan skor 1-0 pada laga pembuka penyisipan grup C yang berlangsung di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, Arab Saudi pada Jum’at (4/4/2025) malam WIB.
Secara mengejutkan, kemenangan penuh sejarah ditorehkan para pemain yang tumbuh dari pembinaan usia muda itu dicetak melalui titik pinalti di menit ke 90+1′ oleh Evandra Florasta.
Dalam keterangannya saat dihubungi di Arab Saudi, Sabtu (4/3/2025), Pelatih Timnas U-17, Nova Arianto menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PSSI yang telah menjaga program pembinaan Timnas sejak usia junior hingga senior.
“Alhamdulillah. Kemenangan selain berkat perjuangan keras para pemain, juga tak lepas dari peran PSSI yang sangat memperhatikan kesiapan dan pembinaan pemain hingga menuju turnamen besar,” ujar coach Nova.
Menurutnya, PSSI Tidak hanya Timnas senior yang diperhatikan. Timnas yunior serta pembinaannya juga sangat diperhatikan.
“Ini kerja keras bersama seluruh tim. Karena tanpa kerjasama kita bisa meraih hasil baik di laga pembuka yang berat ini,” tambahnya.
“Dua kali juara ajang itu dikalahkan lewat gol muntahan dari titik pinalti oleh Evandra Florasta. Evandra yang menjadi algojo sempat gagal mengeksekusi penalti. Namun bola tersebut langsung disambar lagi oleh pemain bernomor punggung 6 tersebut dan membuat skor berubah menjadi 1-0,” lanjutnya.
Meraup tiga poin di laga perdana melawan tim sekuat Korea Selatan tentu menjadi dorongan motivasi yang besar untuk pertandingan selanjutnya.
“Saya sangat Bangga atas perjuangan tanpa henti para pemain. Hasil yang sangat diharapkan, dan jadi penyemangat agar kami fokus ke laga selanjutnya. Perjalanan masih panjang. Kami harap terus dukungan dan doa dari seluruh pecinta Timnas,” tutur Nova.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (4/3/2025) mengapresiasi perjuangan skuad Garuda Muda yang luar biasa.
“Alhamdulillah. Perjuangan luar biasa sudah ditunjukkan Garuda Muda yang kita bangun bersama melalui pembinaan pemain muda. Tiga poin di laga pembuka harus disyukuri karena ini hasil dari kerja keras tim. Saya benar-benar apresiasi dan berharap mereka makin semangat di pertandingan mendatang,” ujar Erick.
Erick menjelaskan, kemenangan penting dalam upaya mengejar target lolos ke Piala Dunia U17 itu menjadi bukti dari kerja keras seluruh tim, bukan individu.
“Termasuk pula pembinaan pemain junior yang dilakukan klub-klub Liga 1 yang dipantau perkembangannya oleh PSSI melalui kompetisi-kompetisi yang ada di EPA (Elite Pro Academy), Piala Soeratin, serta Liga 2, 3 dan 4,” tambahnya.
“Praktis, mayoritas Timnas U17 yang dibina coach Nova Arianto saat ini merupakan regenerasi baru yang terus dibina PSSI melalui persiapan Timnas usia muda yang lebih matang,” sambung Erick.
Untuk itu, PSSI terus berkomitmen menjaga program Timnas dari usia junior hingga senior, termasuk juga Timnas putri.
“Jika diamati para pemain Timnas U17 saat ini merupakan generasi baru setelah kami di PSSI melakukan persiapan timnas usia muda yang lebih terprogram. Prinsipnya, tidak akan ada hasil jika tidak kerja keras,” tegasnya.
Redaksi

