Rabu, Mei 6, 2026
No menu items!

Alasan Surya Paloh Kader Nasdem Tak Masuk Kabinet Merah Putih

Denpasar, Satu Indonesia – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengakui bahwa kadernya tidak masuk Kabinet Merah Putih.

Dalam keterangannya usai meresmikan kantor DPW Nasdem Provinsi Bali di Denpasar pada Kamis (3/4/2025), Surya menegaskan bahwa kader partai Nasdem tahu diri.

“Kenapa kami tidak ada dalam kabinet rezim Prabowo? Karena kami tahu diri, ada budaya malulah bagi kami,” kata Surya Paloh, dilansir dari Antara, Jum’at (4/4/2025).

Ia mengingatkan kepada kadernya bahwa semasa Pilpres 2024, partai Nasdem tidak mengusung pasangan Prabowo-Gibran. Sehingga menurutnya tidak etis partainya jika mendapat posisi dalam kabinet.

“Saat ini NasDem tahu diri, memahami sepenuhnya NasDem memang tidak pantas untuk berada di dalam lapisan mengisi anggota kabinet karena memang kami tidak berjuang banyak,” tambahnya.

Dalam Pemilu 2024, pihaknya tidak mencalonkan Prabowo sebagai presiden.

“Maka, inilah konsekuensi politik yang harus kami buktikan, NasDem tahu diri, ada budaya malu,” lanjut Surya.

Tidak mendapat kedudukan di dalam pemerintahan Prabowo-Gibran juga tidak membuat partainya lantas menjadi oposisi. Dalam hal ini, Surya Paloh menjamin Partai NasDem tetap mendukung dan memberi bantuan meski kontribusinya terbatas.

Ia tak ingin masyarakat menyalahartikan tidak masuknya kader NasDem dalam kabinet. Pasalnya, dengan menjadi teman, dirasa juga bisa beri pencerahan atau berbagi ilmu pendidikan politik.

“Bukan berarti kami anti, kami tidak suka, melainkan komitmen nilai-nilai moralitas, esensi perubahan kami perjuangkan, perilaku sikap kami buktikan, saya mau pikiran-pikiran ini terus berlanjut,” jelas politisi asal Banda Aceh ini.

Ia juga mengungkap bahwa partainya sempat ditawari posisi. Namun, dia tolak sebagai pembuktian bahwa tidak semua partai politik di Indonesia mabuk kekuasaan.

Saat ini posisi partainya bak uang yang memiliki dua sisi.

Ia lantas mencontohkan dari sektor ekonomi. Ketika stabilitas ekonomi baik, akan didukung. Namun, ketika stabilitas ekonomi terganggu, tak dapat diam dan harus ikut waspada.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI