Senin, April 20, 2026
No menu items!

Damkar Samarinda Evakuasi Burung Enggang Dengan Paruh Terikat Lakban

Samarinda, Satu Indonesia – Seekor burung enggang diketahui menjadi viral di kalangan warga Samarinda baru-baru ini. Sebuah video memperlihatkan seekor burung enggang atau rangkong yang berwarna hitam, ditemukan hinggap di atap genteng warga Samarinda, dalam kondisi memprihatinkan.

Burung khas Kalimantan tersebut nampak dengan kondisi paruhnya yang terikat lakban.

Burung enggang atau rangkong yang merupakan jenis satwa dilindungi tersebut ditemukan di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Terlihat hewan malang itu berusaha melepaskan lakban yang berada di mulutnya.

Usai video tersebut viral, Disdamkar Samarinda langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Sesampainya di sana, burung malang tersebut ternyata sudah diamankan warga.

Dalam keterangannya, Rabu (19/3/2025), Komandan Regu 3 Posko 3 Damkar Samarinda Muhammad Syuhut mengatakan bahwa pihaknya segera menuju lokasi dimana burung enggang tersebut setelah mendapatkan laporan.

“Tadi siang setelah kami dapat laporan dari Puskom langsung ke sana evakuasi, kondisinya saat itu masih dilakban mulutnya tapi sudah tidak di genteng karena sudah diamankan warga sekitar di rumahnya,” ucap Syuhut, dikutip Rabu (19/3/2025).

Lebih lanjut Syuhut menjelaskan kondisi burung ketika dievakuasi. Diduga burung tersebut sudah tidak makan beberapa hari karena kondisi mulut terikat lakban. Petugas pun langsung memberinya makan dan minum.

Belum diketahui mengapa hewan tersebut bisa berada di atap rumah warga serta dalam kondisi memprihatinkan seperti itu, dan juga siapa pelaku yang tega menyiksa hewan dilindungi tersebut.

“Jadi dia diperkirakan sudah tiga hari enggak makan karena mulutnya dilakban, jadi sesampainya di posko langsung kita kasi makan nasi sama pepaya,” jelas Syuhut.

Burung enggang tersebut kini berada di Posko Damkar. Rencananya fauna ini akan diserahkan ke BKSDA Kaltim untuk dilakukan pengecekan kesehatan.

“Rencananya malam ini dari BKSDA akan membawa burung ini, karena kita tau burung ini sangat langka dan dilindungi.” pungkasnya.

TERPOPULER

TERKINI