Selasa, April 28, 2026
No menu items!

Tenggelam di Sungai Karang Mumus, Bocah 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Samarinda, Satu Indonesia – Seorang bocah di Samarinda tenggelam di Sungai Karang Mumus, Kelurahan Sungai Pinang Luar pada Minggu (16/3/2025).

Korban bernama Abi Maksum (9 tahun), warga Jalan Lambung Mangkurat Gg. Bakti, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

Bocah laki-laki tersebut dikabarkan tengah bermain dan memancing ikan bersama teman-temannya di bibir sungai Karang Mumus sejak pukul 13.00 WITA. Hingga akhirnya tanpa sengaja Abi terpeleset saat hendak mengambil sesuatu di bibir sungai. Abi yang terjatuh ke sungai segera ditolong oleh ketiga temannya, namun derasnya arus sungai membuat mereka kewalahan.

Abi pun hilang dalam pusaran air, sementara warga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi tim penyelamat.

“Informasi dari teman-temannya, korban terpeleset dan jatuh ke dalam sungai,” ujar Jayus seorang relawan Pokdar Samarinda, dikutip Minggu (16/3/2025).

Sejak laporan diterima sekitar pukul 14.30 WITA, pencarian langsung dilakukan oleh tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, Satpolairud, relawan kota Samarinda, serta warga sekitar.

Proses pencarian berlangsung intensif, dengan berbagai metode, termasuk penyelaman manual, pembentangan tali, dan pemantauan menggunakan perahu untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.

Area pencarian pun diperluas hingga radius 20 meter dari titik terakhir korban terlihat.

Koordinator Pos SAR Kota Samarinda, Riqi Effendi, menyatakan bahwa timnya bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.

“Terkait laporan tersebut tim SAR gabungan dari beberapa unsur yang dari Samarinda melakukan pergerakan tindak respon cepat ke TKP. Hingga rekan-rekan tim yang siap melakukan asesmen turut melakukan pencarian yang sudah dilakukan pihak warga sekitar melakukan secara manual, dengan membentang tali dengan menyelam secara manual,” ungkapnya.

Dua orang dari tim penyelam Basarnas melakukan tiga kali penyelaman, sementara Satpolairud dan relawan berfokus pada pemantauan di permukaan air.

Warga sekitar juga turut membantu dengan cara manual, seperti menyelam secara tradisional dan membentangkan tali sebagai alat bantu pencarian.

Pada akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 17.03 WITA, tak jauh dari lokasi awal ia menghilang.

“Pencarian dilakukan di beberapa titik dan  pemantauan dari tepi hingga menggunakan perahu. Pada pukul 17.03 WITA,  korban ditemukan di sekitaran TKP dalam kondisi meninggal dunia di mana unsur SAR gabungan khususnya dari pihak warga yang melakukan penyelaman langsung mengevakuasi  korban ke rumah duka,” terang Riqi.

Abi ditemukan oleh salah seorang warga, Helmi, dalam kondisi tertelungkup dan sudah tidak bernyawa. Abi ditemukan mengenakan baju merah dan celana krem pendek.

Isak tangis histeris dari ibu dan keluarga korban menyelimuti kepulangan jenazah Abi di rumahnya. Setelah proses evakuasi berlangsung, diketahui pihak kepolisian segera melakukan proses identifikasi lebih lanjut terhadap korban.

TERPOPULER

TERKINI

Yuk Senam Otak, Cegah Pikun Sejak Dini!

Samarinda, Satu Indonesia – Senam otak merupakan serangkaian kegiatan yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan fungsi otak serta melatih daya pikir dan kreativitas. Senam otak penting...