Samarinda, Satu Indonesia – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menerima audiensi perwakilan Lembaga Adat Dayak Kenyah pada Jum’at (12/06/2026) sore.
Pertemuan itu membahas persiapan Festival Budaya Dayak Kenyah yang akan digelar di Desa Budaya Pampang pada 25–28 Juni mendatang.
Turut hadir mendampingi wali kota, Kepala Badan Kesbangpol Samarinda Josua Laden. Dari pihak penyelenggara, hadir Ketua Pokdarwis Desa Budaya Pampang, Yusak Lukas yang memaparkan sejumlah rencana dan harapan atas pelaksanaan festival tahun ini.
Yusak menjelaskan, event yang berlangsung selama empat hari itu akan melibatkan warga Dayak Kenyah beserta pelaku UMKM di sekitar kawasan Pampang. Ia berharap perhelatan tahun ini dapat melampaui kemeriahan edisi sebelumnya terutama dalam mendongkrak perputaran ekonomi warga sekitar.
“Mimpi kami, Pak Wali, bisa sama seperti tahun sebelumnya meriah dan UMKM warga sekitar ikut terdampak,” ujar Yusak.
Ia mencatat, pada penyelenggaraan sebelumnya, sebanyak 4.200 wisatawan hadir menyaksikan atraksi budaya Dayak Kenyah mayoritas dari kalangan wisatawan lokal. Dari 80 pedagang yang turut berjualan selama event, total perputaran uang mencapai Rp 180 juta.
“Sangat bermanfaat,” ucapnya singkat.
Antusiasme itu pula yang mendorong panitia menghadirkan atraksi baru tahun ini, Upacara Adat Alaq Leto sebuah ritual pernikahan adat Dayak Kenyah kuno yang belum pernah ditampilkan dalam festival sebelumnya.
Selain itu, tarian sumpit juga dijadwalkan masuk dalam rangkaian acara, dan pengunjung akan diberi kesempatan langsung untuk mencoba olahraga tradisional tersebut.
“Promosi sudah kami lakukan sejak bulan lalu lewat media sosial dan warga sangat antusias,” tutur Yusak.
Dari sisi anggaran, total kebutuhan festival ini mencapai Rp 296 juta. Panitia masih memiliki kekurangan sekitar Rp 123 juta yang direncanakan ditutup melalui penjualan tiket masuk serta dukungan pihak ketiga.
“Harapan kami, Pemkot bisa mensupport kegiatan ini dan Pak Wali berkenan hadir membuka acara,” pungkas Yusak.
Merespons hal itu, Wali Kota Andi Harun menyatakan dukungan penuh. Ia bahkan secara langsung berkomitmen membantu menutup kekurangan anggaran yang dibutuhkan panitia demi memastikan festival tetap berjalan semarak.
Bagi Andi Harun, Festival Budaya Dayak Kenyah bukan sekadar perhelatan seni dan budaya, melainkan motor penggerak ekonomi mikro warga Desa Pampang.
“Intinya kegiatan ini harus tetap jalan dan meriah seperti pelaksanaan tahun sebelumnya. Untuk kekurangan dananya, saya siap bantu,” tukasnya.

