Kamis, April 30, 2026
No menu items!

Yuk, Wisata Religi ke Lima Masjid Bersejarah di Samarinda!

Samarinda, Satu Indonesia – Apabila berkunjung ke sebuah kota, tentunya kita akan tertarik untuk mendatangi tempat-tempat wisata yang populer di kota tersebut, termasuk wisata religinya.

Wisata religi di Indonesia sangat beragam dan menarik, menawarkan pengalaman spiritual dan budaya yang unik. Tak jarang setelah mengunjungi titik wisata religi, kita dapat merasakan pengalaman spiritual yang mendalam.

Selain mendorong refleksi diri, meningkatkan keimanan, mendatangi tempat wisata religi juga dapat memperkaya wawasan keagamaan dan budaya, membuat kita kembali merenungkan kebesaran Tuhan dan mengambil pelajaran dari sejarah. 

Di Samarinda, ada beberapa tempat wisata religi populer bagi umat Muslim yang mempunyai nilai sejarah. Dalam momen Ramadhan seperti sekarang ini, ada baiknya jika kita mengenal masjid-masjid megah dengan arsitektur unik di Kota Tepian!

Masjid-masjid Bersejarah di Samarinda

1. Masjid Baitul Muttaqin

Masjid Baitul Muttaqin atau Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal. Bahkan, ini menjadi masjid kedua terbesar di Asia Tenggara.

Masjid ini diresmikan pada 16 Juni 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan memakan waktu pembangunan selama kurang lebih tujuh tahun lamanya, sejak 2001 lalu.

Bangunan masjid indah di Samarinda ini bisa kamu lihat saat melintasi jembatan Sungai Mahakam. Desain arsitektur terlihat menggunakan gaya Turki, Eropa, Timur Tengah, dan sentuhan Indonesia.

Perpaduan desain arsitektur dapat terlihat dari bentuk kubah yang mirip Haghia Sophia di Turki. Ditambah menara yang mirip menara Masjid Nabawi. Menara induk memiliki tinggi 99 meter, sebagai simbol Asma’ul Husna. Ada pula enam menara lainnya yang melambangkan rukun iman. Sedangkan gerbang tinggi di masjid bergaya Eropa Kuno.

Saat masuk ke dalam masjid, kamu bisa melihat 33 anak tangga yang melambangkan jumlah biji tasbih. Diharapkan, pengunjung bisa sekalian berdzikir saat menaiki tangga. Lalu, akan terlihat serambi yang megah dihiasi lampu kristal dan lampu dinding unik.

Ruang utama salat terlihat luas dan menyejukkan. Saat melihat atas, bagian plafon masjid terdapat lukisan bermotif bintang. Disekeliling kubah juga dilengkapi lampu gantung emas kuningan. Area masjid tergolong sangat luas, bisa menampung sekitar 45.000 jamaah.

Alamat: Jl. Slamet Riyadi No.1, Tlk. Lerong Ulu, Kec. Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur

2. Masjid Jami’ Al-Ma’ruf

Masjid Jami’ Al-Ma’ruf lokasinya berada di pusat kota, sehingga sering menjadi tempat persinggahan. Bisa dibilang, masjid di Samarinda ini selalu ramai saat tiba waktunya salat. Dari luar terlihat besar dan megah, masjid ini tercatat bisa menampung sekitar 2000 jamaah.

Bangunan masjid pun cukup ikonik dan menarik perhatian. Bagian depan masjid mempunyai desain arsitektur khas timur tengah, dengan ukiran khas Masjid Nabawi.

Warna bangunan didominasi dengan paduan warna abu-abu dan emas. Kubahnya pun besar berwarna emas. Ini bisa menjadi masjid yang bisa kamu kunjungi saat berwisata di tengah Kota Samarinda.

Masjid ini pertama kali berdiri pada tahun 1976, yang mana pada waktu itu bertepatan dengan MTQ Nasional. Dan pada tahun 2013 masjid ini direhab total sampai dengan tahun 2015.

Alamat: Jl. Dr. Sutomo No.17, Sidodadi, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur

3. Masjid Raya Darussalam

Masjid Raya Darussalam adalah masjid terbesar kedua di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Desain arsitektur bangunan terinspirasi dari kerajaan Turki Usmaniyah. Kamu bisa melihatnya lewat kubah besar bertemakan warna hijau yang menarik perhatian.

Warna bangunan pun didominasi dengan paduan warna putih dan hijau. Ditambah dengan empat menara yang tinggi menjulang, berhiaskan ornamen bulan dan bintang.

Awalnya, masyarakat Samarinda menyebutnya sebagai Masjid Jami’. Masjid ini dibangun atas inisiatif saudagar Kaya Bugis dan Banjar pada tahun 1925. Kemudian, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah setempat memutuskan untuk membangun masjid yang lebih besar.

Masjid Raya Darussalam termasuk masjid tertua di Samarinda. Kini, lokasinya berada di tengah kota. Bangunannya terdiri dari tiga lantai dan dapat menampung sekitar 14.000 jamaah.

Alamat: Jalan K.H. Abdullah Marisie No. 1, Ps. Pagi, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur

4. Masjid Shirathal Mustaqiem

Masjid Shirathal Mustaqiem adalah masjid tertua dan mempunyai nilai sejarah di Samarinda. Bahkan, masjid yang dibangun pada tahun 1881 ini telah menjadi cagar budaya.

Masjid yang dibangun oleh Said Abdurrahman bin Assegaf menyimpan sejarah peradaban dan syiar islam di Samarinda Seberang. Dahulu, kawasan masjid merupakan “kampung maksiat”.

Banyak masyarakat yang melakukan perjudian, sabung ayam, judi, dan menjual minuman keras. Hingga akhirnya, Said Abdurrahman mendatangi mereka dan mengingatkan syariat Islam.

Bangunan masjid terbuat dari kayu ulin khas Kalimantan Timur. Mulai dari lantai, pilar, jendela, pintu, hingga atap sirap. Desain aristekturnya khas Indonesia dengan teras di keempat sisi. Warna bangunannya pun menarik perhatian, memiliki paduan warna kuning dan hijau.

Sampai sekarang, masyarakat tetap melakukan berbagai aktivitas di Masjid Shirathal Mustaqiem. Ada remaja masjid, shalat berjamaah rutin, majelis taklim, Pendidikan Al-Quran, dan sebagainya.

Alamat: JL. Bung Tomo, Kalurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang

5. Masjid Muhammad Cheng Hoo

Ada banyak masjid bernuansa Tionghoa di Indonesia. Salah satunya, Masjid Muhammad Cheng Hoo yang berada di Samarinda. Ini menjadi simbol akulturasi di Samarinda.

Bangunan masjid mempunyai ciri khas arsitektur Tionghoa, dengan paduan warna merah, hijau, dan kuning. Terlihat di bagian depan masjid terdapat gapura berwarna merah seperti di kelenteng.

Tulisan nama masjid pun menggunakan bahasa Indonesia dan tulisan mandarin. Perbedaannya dengan kelenteng, di sisi kanan dan kiri gapura terdapat lafaz Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Masjid Muhammad Cheng Hoo dibangun sebagai bentuk penghormatan pada Laksamana Muhammad Cheng Hoo asal Tiongkok. Pada abad ke-15, orang Tionghoa dari Yunan melakukan ekspedisi ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia. Tujuannya untuk berdagang, menjalin persahabatan, dan menyebarkan agama Islam termasuk di Kalimantan.

Alamat: Jalan Ruhui Rahayu 1, Samarinda, Kalimantan Timur

TERPOPULER

TERKINI

Nelayan di Muara Badak Hilang Terseret Arus Saat Jaring Udang

Kutai Kartanegara, Satu Indonesia – Seorang nelayan bernama Muhammad Rizal (33 tahun) di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dilaporkan hilang setelah diduga...