Kamis, April 23, 2026
No menu items!

Jatuh Korban, Aktifitas Hauling Batu bara di Jalan Umum Paser Resahkan Warga

satuindonesia.co.id, Balikpapan – Peristiwa kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut batu bara terjadi kembali. Kali ini, terjadi di Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) yang menewaskan satu orang pada Sabtu (26/10/2024) lalu.

Atas peristiwa tersebut, warga setempat pun bereaksi keras dan mendesak aktivitas hauling batu bara dihentikan sementara.

Bukan tanpa sebab, peristiwa kecelakaan serupa bukanlah pertama kali terjadi di jalan umum Kabupaten Paser akibat dari aktifitas hauling batu bara.

Setidaknya, tercatat sebanyak lima kali terjadi peristiwa kecelakaan melibatkan truk diduga mengangkut batu bara perusahaan MCM. Lantas, kegelisahan dan keresahan muncul di kalangan masyarakat.

Imbas peristiwa kecelakaan tersebut, menuai aksi protes dari warga Kabupaten Paser di Kantor Bupati Paser dan kantor DPRD Paser pada Senin (28/10/2024).

Ratusan warga tampak turun ke jalan dan menggelar demonstrasi untuk menuntut aktivitas hauling batu bara yang melintasi jalan umum segera dihentikan.

Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, mengingatkan akan pentingnya keselamatan pengguna jalan umum yang digunakan untuk aktivitas hauling tersebut.

Saat di Balikpapan pada Selasa (29/10/2024), Sri menegaskan bahwa meskipun jalan umum tidak melarang truk hauling batu bara melintas, tertib berlalu lintas tetap haruslah dijaga.

Kecelakaan truk hauling batu bara kontra mobil box di daerah gunung Rambutan, Rabu (25/9/2024) lalu | Istimewa/HO.

Menurutnya, peristiwa ini tidak perlu terjadi jika mereka mematuhi aturan lalu lintas. Karena memang truk-truk ini tidak dilarang melintas di jalan umum.

Sri Wahyuni juga mendorong agar seluruh pihak yang terkait duduk bersama untuk mencari solusi atas permasalahan ini.

“Terutama, karena aktivitas hauling batu bara ini berkaitan dengan roda perekonomian,” ujarnya, dikutip Rabu (30/10/2024).

Untuk itu, dirinya mendorong agar masing-masing pihak mengedepankan langkah musyawarah dalam penyelesaian masalah. 

“Kita perlu duduk bersama agar ada solusi yang baik bagi semua pihak. Ini terkait dengan usaha, tetapi keselamatan pengguna jalan juga harus menjadi prioritas,” sambungnya.

Atas tuntutan warga, Pemerintah Kabupaten Paser berujung membuat keputusan menghentikan sementara aktivitas hauling batu bara.

Keputusan tersebut diputuskan dalam rapat yang dipimpin oleh Pjs Bupati Paser M. Syirajudin, bersama Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo, dan Dandim 0904/PST Letkol Inf Ary Susetyo.

Pjs Bupati Paser, Syirajudin menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi mencegah terjadinya korban jiwa lebih lanjut.

“Kami tidak ingin ada lagi korban jiwa. Karena itu, kami mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas hauling,” tandasnya.

Sementara itu, pada Rabu (25/9/2024) lalu, truk hauling batu bara kembali mengalami kecelakaan kontra mobil box di daerah gunung Rambutan.

Tampak batu bara tersebut tumpah di badan jalan dan menghalangi para pengguna jalan berlalu lintas.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI