Rabu, Mei 6, 2026
No menu items!

Zainal Arifin Nilai Data Statistik yang Baik Bisa Membentuk Arah Kebijakan di PPU

satuindonesia.co.id, Penajam – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Zainal Arifin secara resmi hadir dan membuka Sosialisasi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU. Acara ini berlangsung di Aula Lantai III, Kantor Bupati PPU, Kilometer 09 Nipah-Nipah, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (22/10/2024).

Dalam sambutannya, Zainal Arifin menegaskan pentingnya peran statistik dalam pembangunan daerah. Ia menyatakan bahwa data statistik yang akurat, relevan, dan terkini tidak hanya menjadi sumber informasi utama bagi pemerintah dalam perencanaan pembangunan, tetapi juga menjadi dasar yang kuat dalam pelaksanaan, serta alat untuk memantau dan mengevaluasi kebijakan publik yang dijalankan.

“Melalui data statistik yang baik, kita bisa merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, mengoptimalkan penggunaan anggaran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengetahui apakah program-program pembangunan yang telah dijalankan memberikan hasil sesuai harapan atau tidak,” ujar Zainal Arifin.

Ia juga menambahkan bahwa untuk mengukur tingkat kematangan penyelenggaraan statistik pada setiap instansi pemerintah, diperlukan penilaian mandiri atau EPSS yang dilakukan oleh Tim Penilai Internal Pemerintah Daerah. Selain itu, verifikasi dan validasi informasi yang dilakukan secara sistematis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Pembina Data Daerah juga sangat diperlukan.

“Dengan evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral ini, pemerintah daerah bisa terbantu dalam beberapa aspek, seperti mengukur kemajuan penyelenggaraan statistik di instansi pemerintah, meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang statistik, dan tentunya meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral itu sendiri,” tambahnya.

Zainal Arifin menjelaskan bahwa setelah pelaksanaan EPSS, akan dihasilkan Indeks Pembangunan Statistik (IPS), yang merupakan indikator tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral di masing-masing instansi pemerintah.

“IPS ini juga menjadi salah satu indikator penilaian Reformasi Birokrasi (RB General) bagi seluruh instansi pemerintah. Selain itu, IPS menjadi indikator penting dalam RKPD urusan statistik yang disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri, serta sebagai acuan evaluasi implementasi Sistem Data Integrasi (SDI) pada Kementerian PPN/BAPPENAS. Oleh karena itu, penyelenggaraan EPSS wajib dilaksanakan dan didukung oleh seluruh perangkat daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zainal Arifin menyampaikan bahwa berdasarkan hasil EPSS tahun 2024, Pemerintah Kabupaten PPU berhasil memperoleh Nilai IPS sebesar 2,70 dengan predikat baik, yang meningkat signifikan dibandingkan tahun 2023 dengan Nilai IPS 1,32 dan predikat kurang.

“Saya memberikan apresiasi kepada Tim Penilai Internal Kabupaten PPU yang diketuai oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika serta beberapa perangkat daerah lainnya, seperti Bapelitbang, BKPSDM, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan dan Arsip, DPMD, RSUD, dan Dinas Ketahanan Pangan, yang menjadi lokus terpilih dalam sampel EPSS di Kabupaten PPU,” ujar Zainal Arifin.

Ia berharap bahwa melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Diskominfo selama ini, seluruh perangkat daerah dapat terus meningkatkan penyelenggaraan statistik sektoral masing-masing.

“Semoga semua perangkat daerah dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas statistik sektoral,” tutupnya.(ADV/PPU)

(MH/SD/H6)

TERPOPULER

TERKINI

Makanan dan Minuman Penurun Kolesterol Tinggi yang Wajib Dicoba

Samarinda, Satu Indonesia – Tahukah Anda, tubuh kita sebenarnya membutuhkan kolesterol untuk membantu pembentukan sel-sel sehat.Hanya saja, kadar kolesterol yang terlampau tinggi justru bisa menyebabkan pembentukan...