satuindonesia.co.id, Balikpapan – Gerardus Budisatrio Djiwandono, B.A. atau biasa dipanggil Budi Djiwandono (lahir 25 September 1981) adalah seorang politikus Partai Gerakan Indonesia Raya dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Sebagai pemilik suara terbanyak kedua dengan perolehan suara sebanyak 31.846 suara, pasca Luther_Kombong meninggal dunia pada 9 Juni 2017.
Budi Djiwandono berhak menggantikan posisi Luther melalui proses Pergantian antarwaktu (PAW) menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014-2019.
Ia pun lantas dilantik menjadi Anggota DPR-RI pada 24 Agustus 2017 silam.
Pada periode 2019–2024, keponakan Prabowo Subianto ini terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Kalimantan Timur dengan perolehan suara 71.207.
Sebelumnya, politisi muda Partai Gerindra yang memiliki jabatan strategis sebagai Wakil Ketua Umum DPP Gerindra ini beragama Katolik.
Namun, sebelum menikah pada tanggal 31 Desember 2023. Ia resmi menjadi mualaf di bimbing oleh Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.
Teranyar, sesuai Surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Nomor 07-0022/Kpts/DPP-GERINDRA/2024.
Budi didapuk menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) yang konon merupakan daerah pemilihan (Dapil) dimana dirinya terpilih menjadi anggota DPR RI.
“Saat ini, G Budisatrio Djiwandono resmi menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Kaltim melalui surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra,” ujar Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Seno Aji di Samarinda, Senin (15/7/2024).
Seno menyampaikan pergantian kepemimpinan itu merupakan langkah strategis penyegaran organisasi.
“Kami yakin dengan struktur baru, Gerindra akan semakin solid dan siap menghadapi Pilkada serentak tahun 2024,” ungkapnya.
Dirinya juga mengungkapkan soal Konsolidasi partai menjadi agenda utama pasca-serah terima surat keputusan Budisatrio.
“Gerindra Kaltim akan segera menyelesaikan pemilihan calon kepala daerah kabupaten dan kota se-Kaltim. Selain itu, penyusunan alat kelengkapan dewan juga menjadi prioritas untuk memastikan partai bergerak efektif dan efisien,” tambahnya.
Partai politik di Indonesia yang berideologi populisme sayap kanan dan nasionalis Kaltim ini siap untuk mengambil langkah penting dalam kancah politik lokal.
“Kepemimpinan Budisatrio diharapkan dapat menjadi angin segar dan memperkuat posisi partai dalam Pilkada Kaltim,” tukas Seno.
Sebelumnya, nakhoda partai Gerindra di Benua Etam ini diemban oleh Andi Harun yang tak lain merupakan Wali Kota Samarinda periode 2021 hingga sekarang.
Redaksi

