Kamis, April 30, 2026
No menu items!

Polisi Ungkap Hasil Labfor Tanaman Kecubung

satuindonesia.co.id, Banjarmasin – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkap hasil uji sampel tanaman Kecubung yang dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) Jawa Timur.

Kepada awak media di Banjarmasin pada Senin (15/7/2024), Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol. Kelana Jaya, menuturkan bahwa hasil uji lab tanaman kecubung terkonfirmasi positif mengandung atropin dan scopolamine.

“Jadi hasil pemeriksaan Lab mengandung dua zat itu, yang kita kirim baik daun kecubung, batang dan buahnya,” ujarnya, dilansir RRI, Selasa (16/7/2024).

Namun, dari hasil itu tanaman kecubung dipastikan negatif mengandung zat narkotika. Artinya penggunanya belum bisa untuk dijerat hukum.

“Kita lakukan koordinasi lebih jauh dengan instansi terkait, untuk upaya penengakkan hukum terhadap pengguna tanaman kecubung, karena ini berdampak negatif ditengah masyarakat,” tegas Kelana.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko, menerangkan, dua zat yang ada pada tanaman kecubung, bisa menyebabkan penggunanya akan merasakan berbagai reaksi atau efek terhadap tubuh.

“Reaksinya mulai kulit dan mulut terasa kering, peningkatan denyut jantung, hingga halusinasi yang sangat kuat,” sebutnya. 

Selain itu, lanjut dia, efeknya bisa sampai tiga hari. yang mempengaruhi sistem persepsi disusunan saraf kita.

“Jadi akan sulit membedakan antara realita dan ilusi yang dialami,” ungkap El Yandiko.

Menurutnya, konsumsi kecubung akan memberi dampak negatif adiksi atau ketergantungan berkelanjutan. Efek kecanduan tersebut berpotensi menimbulkan intoksikasi atau keracunan sampai pelemahan otot-otot pernapasan.

“Efek lain yang bisa ditimbulkan akibat konsumsi kecubung dalam jangka panjang bisa mengakibatkan penggunanya merenggang nyawa,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, jika ada  pengguna yang mengalami gejala atau efek akibat konsumsi kecubung. Harus segera mendapat perawatan ke fasilitas kesehatan terdekat dan memastikan pasien dalam kondisi tetap terjaga.

“Juga harus memastikan pasien harus memaksimalkan pernapasan dan menghirup udara bersih, untuk mengantisipasi dampak yang lebih fatal,” sambungnya.

Atas fenomena mabuk kecubung ini, Polda Kalsel mengimbau kepada warga Kalimantan Selatan untuk menghindari konsumsi tanaman kecubung karena terbukti mengandung zat yang bisa mengganggu fungsi organ.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Buah Cempedak, Si Legit yang Baik untuk Kesehatan

Samarinda, Satu Indonesia – Siapa tak kenal dengan buah cempedak? Buah yang satu ini terkenal dengan aromanya yang sangat kuat, tajam, dan khas, sering...