Jumat, Juni 5, 2026
No menu items!

Polisi Ungkap Bos Rental Mobil Tewas di Pati, Warga Dihimbau Tidak Main Hakim Sendiri

satuindonesia.co.id, Jakarta – Seorang bos rental mobil asal Jakarta berinisial BH (52) tewas menhaden korban praktik main hakim sendiri, setelah dikeroyok warga karena diduga sebagai maling di Desa Sumbersoko, Pati, Jawa Tengah.

Menyikapi kejadian ini, Polri lantas mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri tanpa adanya bukti yang jelas.

Himbauan ini disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, di Jakarta Selatan pada Senin (10/6/2024).

“Kami Polri tentunya mengimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya main hakim sendiri tanpa adanya bukti ataupun ada bukti tetapi apabila ada informasi segera menyampaikan ke Polri,” kata Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/6/2024).

Dia menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri dapat merugikan orang lain dan menimbulkan konsekuensi hukum.

Untuk itu, Ia mengimbau masyarakat agar setiap tindakan melanggar hukum yang diketahui, agar dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat.

“Dan tentunya kami dari bhabinkamtibmas terbawah ada pos polisi, ada polsek, polres secara berjenjang tentu akan melakukan pemeliharaan kamtibmas,” ujarnya.

Sementara itu,Kapolresta Pati, Kombes Andhika Bayu Adhittama, menerangkan kejadian main hakim itu bermula saat BH dan tiga temannya datang ke Pati untuk mengambil mobil yang hilang dan terlacak di daerah tersebut.

Rombongan ini menggunakan mobil Sigra dan tiba di wilayah Sukolilo pada Kamis (6/6) sekitar pukul 13.00 WIB.

“BH mengajak tiga korban lainnya mengambil mobil di daerah Pati dengan mengendarai mobil Sigra. Pada Kamis (6/6) sekira pukul 13.00 WIB korban tiba di wilayah Sukolilo,” jelas Bayu saat konferensi pers di Mapolresta Pati, Senin (10/6/2024).

Menurut Bayu, BH menemukan mobilnya terparkir di rumah tersangka AG dan langsung membuka serta mengambil mobil tersebut dengan kunci cadangan.

Warga yang menaruh curiga sontak saja berteriak ‘maling’, sehingga terjadi pengejaran dan pengeroyokan terhadap keempat korban.

“Warga mengejar para korban karena mendengar teriakan maling-maling,” terang Bayu.

BH dan tiga temannya mengalami babak belur dianiaya massa. Polisi segera mendatangi lokasi untuk mengevakuasi para korban. Namun naas, BH meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI