Kamis, Agustus 20, 2026
No menu items!

Pencari Kerja di Balikpapan Tembus 5.000 orang

Balikpapan, Satu Indonesia – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan mencatat bahwa jumlah pencari kerja di Kota Balikpapan tembus sekitar 5.000 orang.

Data ini tercatat dalam layanan kartu AK-1 hingga akhir Juli 2026. Dimana data tersebut akan menjadi salah satu pijakan dalam menyusun program untuk memperluas kesempatan kerja.

Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar mengatakan, pendataan pencari kerja melalui kartu AK-1 merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Melalui pendataan itu, pemerintah dapat mengetahui perkembangan jumlah masyarakat yang sedang membutuhkan pekerjaan.

“Yang diawali dengan pendataan pencari kerja melalui AK-1. Sampai akhir Juli, sudah ada kurang lebih 5.000 pencari kerja yang tercatat,” kata Adamin di Balikpapan, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, data ini tidak hanya berfungsi sebagai administrasi pencari kerja, tetapi juga menjadi bahan bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan dan program ketenagakerjaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha, Disnaker Balikpapan juga telah menggelar job fair. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses masyarakat terhadap informasi lowongan sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan.

Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar | Satu Indonesia/Istimewa-HO.

Namun, Adamin menyebut tidak seluruh pencari kerja dapat langsung terserap ke dunia kerja. Salah satu kendalanya adalah masih adanya pencari kerja yang belum memiliki kompetensi dan persyaratan yang dibutuhkan perusahaan. Karena itu, Disnaker turut menjalankan program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pencari kerja, termasuk mendorong kepemilikan sertifikasi kompetensi dan peningkatan pengalaman kerja.

“Kami berupaya memberikan pelatihan, meskipun jumlahnya masih terbatas,” tambahnya.

Adamin lebih lanjut menjelaskan, Disnaker memiliki sejumlah jenis pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja. Salah satu program pelatihan telah selesai dilaksanakan pada April 2026.
Upaya peningkatan kapasitas juga tidak hanya menyasar pencari kerja.

Disnaker Balikpapan juga turut memberikan perhatian kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program peningkatan produktivitas. Program tersebut kini telah memasuki angkatan kedua.

Pemerintah berharap peningkatan kapasitas pelaku UMKM dapat membuka lebih banyak aktivitas ekonomi produktif di masyarakat.

Dengan demikian, pendataan pencari kerja, penyelenggaraan job fair, pelatihan kompetensi, hingga peningkatan produktivitas UMKM menjadi rangkaian upaya Disnaker Balikpapan untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan tuntutan dunia usaha sekaligus memperluas peluang masyarakat memperoleh pekerjaan.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI

DPR Target Pembahasan RUU Perampasan Aset Tuntas Desember 2026, ini Kata Pakar!

Jakarta, Satu Indonesia - Komisi III DPR RI mengklaim terus kebut pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana.Mengutip keterangan tertulis Ketua...