Penajam – Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Raup Muin bersama Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin melakukan peninjauan ke pelabuhan speed dan klotok penajam yang berada di kawasan pelabuhan pertamina Hulu, kecamatan penajam, selasa (18/8/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara lagsung kondisi fasilitas, kegiatan pelayanan, serta sistem pengelola kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu jalur penting transportasi masyarakat.
Beberapa bagian yang menjadi perhatian dalam monitoring tersebut meliputi penggunaan fasilitas oleh warga, sistem pembelian tiket, hingga aktivitas kendaraan yang memanfaatkan lahan parkir di sekitar pelabuhan.
Ketua DPRD PPU Raup Muin menyampaikan bahwa pengelolaan fasilitas pelabuhan harus berjalan dengan tertib dan terbuka. Ia menilai setiap pengunaan fasilitas yanag berkaitan dengan kepentingan masyarakat perlu memiliki aturan dan mekanisme yang jelas.
“Kita melihat ada masyarakat yang memanfaatkan fasilitas di sini, termasuk kegiatan di kawasan pelabuhan. Kalau memang fasilitas digunakan, tentu mekanismenya harus jelas,”kata Raup Muin.
Pelabuhan speed dan klotok tradisional tersebut berada di kawasan Teluk Balikpapan. Keberadaanya menjadi salah satu jalur transportasi laut bagi masyarakat yang hendak menyebrang menuju Kota Balikpapan sekaligus menjadi akses utama menuju Kabupaten PPU yang dikenal sebagai Serambi Nusantara.
Kondisi sejumlah fasilitas berbahan kayu yang telah berdiri dan mulai dimanfaatkan secara swadaya sejak 1981 juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat pemeliharaan agar fasilitas tetap aman digunakan masyarakat.
Di sisi lain, pengelola oprasional pelabuhan kini mulai dilakukan secara bertahap kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sebelumnya, pengelolaan pelabuhan berada di bawah Dinas perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga telah menyampaikan rencana revitalisasi bersekala besar. Dermaga tradisional tersebut ditargetkan akan dikembagkan menjadi pelabuhan yang lebih modern pada 2027.
(MH/Kurnia Rahmadani)

