Penajam, Satu Indonesia – Ekowisata Mangrove Kampung Baru bukanlah destinasi wisata yang menawarkan wahana permainan modern.
Justru kesederhanaan menjadi pesona yang dimilikinya. Suara tonggeret menjadi musik latar alami, gesekan dedaunan menjadi melodi, serta gelombang laut menjadi pengiringnya.
Dengan dikelilingi rimbunnya pepohonan mangrove dan udara yang segar, berjalan santai di atas jembatan kayu sepanjang 677 meter menjadi daya tarik tersendiri.
Di kawasan seluas 10 hektar ini, kamu juga bisa melakukan beberapa aktivitas menarik, mulai dari hunting foto, mengamati satwa kecil, hingga menikmati momen ketenangan di tengah alam dengan menjauh dari hiruk pikuk dan menikmati suasana hijau khas pesisir Kalimantan Timur.
Dari kejauhan bahkan terdengar debur kecil gelombang pasang yang menyentuh akar-akar mangrove. Air bergerak perlahan mengikuti ritme pasang surut, sementara burung-burung pantai bersahutan di antara ranting, melengkapi orkestra kehidupan yang hanya bisa ditemukan di kawasan pesisir.
Keindahan kawasan inilah yang akhirnya mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara untuk melakukan revitalisasi.
Pada 14 Desember 2024 lalu, Penjabat Bupati Penajam Paser Utara saat itu, M. Zainal Arifin, meresmikan Revitalisasi Ekowisata Mangrove Kampung Baru sebagai bagian dari upaya menghadirkan destinasi wisata berbasis konservasi sekaligus pendidikan lingkungan.
Revitalisasi kawasan ini juga mendukung program rehabilitasi mangrove nasional, sekaligus memperkuat posisi Penajam Paser Utara sebagai wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata edukasi.
(MH/Nisrina Aulia)

