Senin, Agustus 3, 2026
No menu items!

Pasar Sepinggan Terbakar, DPRD Dorong BTT untuk Pedagang dan Desak Revitalisasi

Satu Indonesia, Balikpapan – Pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Sepinggan pascakebakaran menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan. Selain mendorong pemerintah menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu pedagang terdampak, DPRD juga meminta Pemerintah Kota Balikpapan tidak berhenti pada penanganan darurat, tetapi mulai menyiapkan revitalisasi pasar secara menyeluruh.

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menilai penggunaan BTT dapat menjadi opsi untuk mempercepat penanganan dampak kebakaran, terutama karena pedagang membutuhkan kepastian agar dapat kembali berjualan.

Menurut Fauzi, BTT memang diperuntukkan bagi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat, termasuk kebakaran.

“Kalau memang membutuhkan anggaran yang cepat, memang menggunakan BTT. Saya rasa tidak ada masalah karena salah satu fungsi BTT selain untuk bencana alam juga bisa digunakan untuk penanganan kebakaran,” ujarnya Senin (3/8/2026).

Fauzi menyebut Pemkot Balikpapan masih memiliki alokasi BTT dalam APBD 2026 sekitar Rp11 miliar. Menurut dia, ketersediaan anggaran tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung langkah cepat pemerintah dalam menangani dampak kebakaran Pasar Sepinggan.

Namun, persoalan Pasar Sepinggan tidak hanya berkaitan dengan penanganan pascakebakaran. Komisi II DPRD juga menyoroti data dan kondisi kios yang selama ini tidak aktif digunakan.

Dari sekitar 250 kios yang terdampak kebakaran, hanya sebagian yang diketahui masih aktif berjualan sebelum kejadian. Kondisi tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian DPRD dan menjadi salah satu alasan Komisi II melakukan inspeksi mendadak ke pasar tersebut.

Fauzi mengatakan DPRD telah meminta Dinas Perdagangan memperbarui data kios aktif dan tidak aktif. Data tersebut dinilai penting untuk memastikan pengelolaan pasar berjalan lebih tertib.

“Data itu penting karena berkaitan dengan pemeliharaan pasar maupun penerimaan retribusi. Kami sedang meminta data terbaru mengenai kios yang benar-benar aktif dan yang sudah tidak aktif,” katanya.

Menurut Fauzi, kios yang tidak lagi digunakan untuk berjualan perlu dievaluasi. Pemerintah dapat mempertimbangkan penataan kembali apabila kios hanya disewakan tanpa dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan.

“Kalau memang sudah tidak mau berjualan dan hanya disewakan, lebih baik diserahkan kembali agar bisa diberikan kepada pedagang lain yang benar-benar ingin berusaha. Jangan sampai aset pasar menjadi mubazir,” tegasnya.

Di tengah penanganan pascakebakaran, DPRD juga kembali mendorong revitalisasi Pasar Sepinggan. Fauzi menilai perbaikan pasar selama ini masih sebatas pemeliharaan rutin, sementara kondisi kawasan perdagangan tersebut membutuhkan penataan yang lebih menyeluruh.

Revitalisasi, menurut dia, tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan, tetapi juga penataan zona perdagangan. Pemisahan antara pedagang basah dan pedagang kering dinilai penting untuk menciptakan pasar yang lebih tertata dan nyaman.

“Sebenarnya Pasar Sepinggan sudah waktunya direvitalisasi. Kami sudah beberapa kali menyampaikan kepada pemerintah kota agar revitalisasi segera dilakukan. Namun memang terkendala keterbatasan anggaran,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan mencatat sekitar 250 petak dari total 853 kios di Pasar Sepinggan terdampak kebakaran. Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang dilakukan setelah kejadian.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar mengatakan, dari sekitar 250 petak yang terdampak, hanya sekitar 80 pedagang yang masih aktif berjualan sebelum kebakaran.

“Dari total 853 petak, yang terbakar sekitar 250 petak berdasarkan data yang masuk,” ujarnya Minggu (2/7/2026).

Pedagang yang masih aktif tersebut akan menjadi prioritas pemerintah dalam penempatan di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Langkah itu dilakukan agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan sembari pemerintah melakukan penanganan terhadap area pasar yang terdampak.

“Dari sekitar 250 petak itu, yang masih melakukan aktivitas berjualan ada sekitar 80 pedagang. Mereka yang akan kami prioritaskan,” jelasnya.

Haemusri mengatakan pembangunan TPS telah menjadi bagian dari langkah pemulihan awal. Pemerintah juga meminta dukungan pedagang dan masyarakat agar proses pembangunan dapat dipercepat.

“Tadi Pak Wali sudah menyampaikan akan dibangun TPS di lokasi ini. Kami meminta pedagang dan masyarakat sekitar bekerja sama agar proses percepatan pembangunan TPS dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Untuk revitalisasi, pemerintah masih menunggu kebijakan lebih lanjut karena pelaksanaannya berkaitan erat dengan kemampuan pembiayaan. Saat ini, fokus Dinas Perdagangan adalah memastikan pedagang dapat kembali beraktivitas melalui pembangunan TPS.

“Revitalisasi masih menunggu kebijakan pemerintah karena sangat bergantung pada pembiayaan. Saat ini fokus kami adalah pembangunan TPS terlebih dahulu,” ucapnya.

Sebelum TPS dibangun, kawasan pasar harus melalui tahap pembersihan dan penataan lahan. Dinas Perdagangan memperkirakan proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

“Dalam satu bulan ini kami fokus melakukan pembersihan dan penataan lahan. Setelah itu baru masuk tahap pembangunan TPS,” ungkapnya.

Untuk pembiayaan TPS, Pemkot Balikpapan menyiapkan sejumlah alternatif. Opsi tersebut mencakup penggunaan BTT, pergeseran anggaran, maupun anggaran perubahan.

Namun, keputusan mengenai sumber pembiayaan tersebut berada di tangan Wali Kota Balikpapan.

“Kami sudah menyampaikan beberapa alternatif pembiayaan kepada Pak Wali, baik melalui BTT, pergeseran anggaran, maupun anggaran perubahan. Keputusan akhirnya menjadi kewenangan Pak Wali,” tandasnya.

Di balik rencana pemulihan Pasar Sepinggan, kebakaran meninggalkan kerugian bagi pedagang. Salah satunya Lisa, pedagang ikan yang kehilangan stok dagangan senilai sekitar Rp10 juta.

Lisa mengatakan, stok ikan tersebut baru dibelinya sehari sebelum kebakaran untuk dijual pada hari berikutnya. Namun, kepanikan saat api berkobar membuatnya meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.

“Saya belanja hari Kamis sekitar Rp10 juta untuk dijual hari Jumat. Waktu kebakaran saya panik sampai gemetaran dan lari keluar. Pas saya kembali, ikan saya sudah habis diambil orang,” ujarnya.

Menurut Lisa, lapaknya tidak mengalami kerusakan parah karena dinding kios terbuat dari seng tebal. Namun, stok ikan yang baru dibelinya hilang saat situasi pasar dilanda kepanikan.

Ia mengaku kecewa karena di tengah musibah masih ada pihak yang mengambil barang dagangan milik pedagang.

“Saya tidak habis pikir. Kami sedang kena musibah seperti ini, malah masih ada yang sempat menjarah barang-barang saya. Padahal modal itu saya kumpulkan dengan susah payah untuk usaha,” katanya.

Meski mengalami kerugian, Lisa menyadari pedagang lain menghadapi dampak yang lebih besar. Sejumlah kios bahkan terbakar habis sehingga barang dagangan dan peralatan usaha tidak dapat diselamatkan.

“Kalau dibandingkan yang lain, saya masih tidak terlalu terdampak. Banyak yang lebih besar kerugiannya karena semua barang dagangannya habis terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Bagi Lisa, pasar bukan sekadar tempat berdagang, tetapi sumber penghasilan keluarga. Dua anaknya juga berjualan di Pasar Sepinggan dengan modal usaha yang berasal darinya.

Karena itu, ia berharap pemerintah segera membangun kembali tempat berjualan agar pedagang dapat kembali memperoleh penghasilan.

“Kami berharap pemerintah segera membantu membangun kembali tempat jualan kami. Kami sudah tidak punya sumber penghasilan lain selain berjualan di pasar ini. Hidup keluarga kami bergantung dari hasil jualan di sini. Kalau tidak bisa berjualan lagi, bagaimana nasib kami ke depan dan anak-anak kami mau makan apa,” pungkasnya.

TERPOPULER

TERKINI

Danbrigif TP 85/BTC Kolonel Alzaki Lulus Sesko TNI 2026, Borong Dua Penghargaan Bergengsi

Satu Indonesia, Balikpapan – Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) TP 85/BTC, Kolonel Infanteri Alzaki, S.E., M.M., M.B.A., M.M.A.S., kembali mencatatkan prestasi dalam pendidikan militer tingkat...