Sabtu, Juni 13, 2026
No menu items!

Lepas 80 Tukik Penyu Lekang, Wali Kota Balikpapan Gaungkan Harapan Besar bagi Kelestarian Laut

Balikpapan, Satu Indonesia – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Balikpapan diwarnai aksi pelepasan 80 tukik penyu lekang ke habitat alaminya di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Jalan Jenderal Sudirman, Stalkuda, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan bersama pengelola Pantai DEB itu menjadi simbol komitmen berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan ekosistem laut.

Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Ketua TP PKK Kota Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan Ratih Kusuma, Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti, serta sejumlah pegiat lingkungan.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menegaskan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga alam dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, tema kegiatan “Melangkah Kecil Tukik, Harapan Besar untuk Laut yang Lestari” mencerminkan pentingnya kontribusi setiap individu dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Tema kegiatan hari ini memiliki makna yang sangat mendalam. Tukik yang kita lepaskan mungkin terlihat kecil dan rapuh, namun dari langkah kecil itu tersimpan harapan besar bagi masa depan ekosistem laut kita,” kata Rahmad Mas’ud.

Sebagai kota pesisir, lanjut Rahmad, Balikpapan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian laut dan kawasan pantai. Laut tidak hanya menjadi sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menopang perekonomian, menyediakan sumber pangan, serta menjaga keseimbangan ekosistem.

“Laut bukan hanya sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi penopang ekonomi, sumber pangan, jalur transportasi, sekaligus bagian penting dari keseimbangan ekosistem bumi. Karena itu, upaya konservasi seperti ini harus menjadi gerakan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong berbagai program pelestarian lingkungan, mulai dari rehabilitasi kawasan mangrove, perlindungan wilayah pesisir, pengelolaan sampah, hingga edukasi lingkungan kepada generasi muda.

Rahmad berharap partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan terus meningkat sehingga berbagai program konservasi dapat memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan ekosistem di masa depan.

Sementara itu, Ketua JMSI Balikpapan David Purba menjelaskan, tukik yang dilepas berasal dari sekitar 160 telur penyu yang ditemukan di kawasan Pantai DEB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 tukik berhasil menetas dan dinyatakan siap dilepas ke laut.

“Kami berharap tukik yang dilepas hari ini dapat bertahan hidup dan membantu menambah populasi penyu lekang yang saat ini semakin langka,” ujar David.

Selain pelepasan tukik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir dan mengurangi pencemaran sampah plastik yang dapat mengancam habitat penyu maupun biota laut lainnya.

Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Balikpapan berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus tumbuh sehingga ekosistem pesisir dan laut dapat tetap lestari bagi generasi mendatang.

TERPOPULER

TERKINI