Rabu, Mei 20, 2026
No menu items!

Krenova 2026 Jadi Panggung Inovator Daerah, Balikpapan Perkuat Peran sebagai Penyangga IKN

Balikpapan, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi di tengah masyarakat melalui ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2026. Kegiatan tahunan tersebut kini berkembang menjadi wadah strategis untuk melahirkan berbagai solusi kreatif yang mendukung pembangunan kota berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Acara puncak Krenova 2026 digelar di Balikpapan, Rabu (20/5/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga peserta inovasi dari berbagai kalangan masyarakat.

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, mengatakan Krenova tidak lagi hanya dipandang sebagai lomba inovasi tahunan, tetapi telah menjadi ruang kolaborasi masyarakat dalam menghadirkan ide-ide yang aplikatif untuk pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, proses seleksi inovasi dimulai sejak awal tahun melalui tahapan sosialisasi, pengumpulan proposal, hingga presentasi di hadapan dewan juri independen pada April 2026. Penilaian dilakukan oleh tim yang berasal dari luar Kota Balikpapan, seperti Kementerian Dalam Negeri, BRIN, BRIDA, LAN, dan kalangan perguruan tinggi guna menjaga objektivitas hasil seleksi.

Menurutnya, independensi penilaian menjadi faktor penting agar inovasi yang terpilih benar-benar memiliki kualitas, manfaat, serta peluang untuk diterapkan secara nyata di masyarakat.

“Harapannya inovasi yang lahir tidak berhenti di lomba, tetapi bisa diimplementasikan dan memberi dampak bagi pembangunan daerah,” kata Murni.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menilai penguatan budaya inovasi menjadi langkah penting menghadapi dinamika perkembangan kawasan penyangga IKN. Ia mengatakan Balikpapan harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan menjadi kota yang siap mendukung pertumbuhan nasional.

“Balikpapan harus siap menjadi mitra strategis IKN. Karena itu, budaya inovasi harus tumbuh di semua lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, akademisi, komunitas, hingga dunia usaha,” ujar Rahmad.

Ia menyebut tingginya partisipasi masyarakat dalam Krenova 2026 menunjukkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mendukung pembangunan kota. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Selain penganugerahan inovasi terbaik, Krenova tahun ini juga dirangkaikan dengan diseminasi standar baru penghematan energi dan air pada bangunan gedung. Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah mendorong pembangunan rendah emisi dan efisiensi energi di sektor bangunan.

Balikpapan bahkan ditetapkan sebagai salah satu kota percontohan nasional bersama Tangerang dalam penerapan program efisiensi energi dan konservasi air pada bangunan gedung.

Berdasarkan data Bappeda Litbang, jumlah peserta Krenova mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat terdampak pandemi Covid-19, partisipasi masyarakat kembali meningkat tajam dari 43 peserta pada 2025 menjadi 87 peserta pada 2026.

Kenaikan tersebut dinilai sebagai indikator berkembangnya ekosistem inovasi daerah. Pemerintah Kota Balikpapan juga berencana menampilkan karya-karya inovasi peserta dalam agenda Balikpapan Fest guna memperluas eksposur sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat, Balikpapan optimistis mampu membangun budaya inovasi yang berkelanjutan dan mendukung visi kota modern, ramah lingkungan, serta berdaya saing di era pembangunan IKN.

TERPOPULER

TERKINI

Jalan Menuju Bandara Akan Dibeton, Pemkot Balikpapan Siapkan Anggaran dari APBD

Balikpapan, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan proyek perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes segera direalisasikan menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)....