Rabu, April 22, 2026
No menu items!

Pemkot Samarinda Segera Bangun Ulang Pasar Segiri, Kios Darurat Siap Dikebut

Samarinda, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat menindaklanjuti peristiwa kebakaran yang menghanguskan Pasar Segiri beberapa waktu lalu.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, pascakebakaran, pembangunan kios sementara akan dibangun dengan berpijak pada aspek kemanusiaan dan penanganan darurat bukan pendekatan proyek konvensional.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Presentasi Perencanaan Kios Sementara Pasar Segiri, Selasa (31/03/2026) sore, di Ruang Rapat Wali Kota, Gedung Balai Kota.

Menurutnya Wali Kota, langkah teknis seperti perataan lahan harus segera ditangani lintas dinas tanpa membebani anggaran secara berlebihan. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama PUPR langsung turun tangan.

“Kalau memang masih perlu diratakan, biar DLH bersama PUPR yang turun. Tidak usah pakai pendekatan anggaran yang berlebihan,” tegasnya.

Lebih jauh, Andi Harun juga mengingatkan seluruh pihak agar mengedepankan empati terhadap pedagang terdampak. Situasi ini, kata dia, adalah kondisi darurat yang tidak semestinya diperlakukan seperti proyek biasa.

Dalam rapat tersebut, ia juga mendorong jajaran teknis menyusun pembangunan kios sementara dengan anggaran efisien sekitar Rp1,1 miliar menggunakan material ulin.

Tak hanya itu, percepatan pelaksanaan menjadi prioritas. Wali Kota bahkan menginstruksikan pekerjaan bisa segera dimulai tanpa menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), karena menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Ini pakai BTT, jadi bisa penunjukan langsung. Tidak perlu menunggu mekanisme pergeseran anggaran. Kerjakan saja, yang penting cepat,” ujarnya.

Meski dipercepat, ia menegaskan seluruh proses tetap harus tertib administrasi dan sesuai prosedur.

“Bukan berarti koboi-koboian. Administrasi tetap harus rapi, prosedur tetap diikuti. Koordinasi dengan Inspektorat jika ada yang perlu dikonsultasikan,” pesannya.

Ia pun meminta seluruh jajaran bergerak cepat agar kios sementara segera bisa dimanfaatkan pedagang.

“Secepat-cepatnya dikerjakan. Ini tidak boleh lambat,” pungkas Andi.

TERPOPULER

TERKINI