Bengalon, Satu Indonesia – Duka mendalam menyelimuti Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun meninggal dunia akibat menjadi korban terkaman buaya di Sungai Jembatan 6 Kudung, RT 13/4 Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon pada Senin (30/03/2026).
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA saat korban, Muhamad Isam, sedang mandi bersama teman-temannya di sungai yang dikenal rawan kemunculan buaya.
Menurut keterangan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, korban diketahui saat itu tengah berenang di bagian pinggir sungai dengan kondisi air yang relatif dangkal bersama beberapa rekannya. Saat mereka sedang mandi di sungai, tiba-tiba korban berteriak meminta tolong.
Salah seorang saksi, Julkifli (13), sempat berusaha menyelamatkan korban dengan menarik tangannya. Namun, usaha itu tak berhasil karena buaya menarik korban dengan sangat kuat hingga terseret ke tengah sungai. Julkifli masih sempat menggenggam tangan korban, tetapi tenaganya tak mampu menahan. Bahkan, ekor buaya sempat mengenai kakinya sebelum akhirnya ia berhasil melompat ke daratan dan menyelamatkan diri.
Sementara itu, saksi lain bernama Alfatar (10) segera berlari meminta pertolongan warga sekitar. Tak lama kemudian, sejumlah warga berdatangan ke lokasi dan langsung melakukan pencarian terhadap korban.
Sekitar pukul 17.30 WITA, warga melihat buaya masih membawa korban di mulutnya. Melihat kesempatan, warga melempar tombak ke arah buaya hingga akhirnya korban terlepas, Korban kemudian dievakuasi oleh warga dan dibawa ke rumah sebelum dilarikan ke Puskesmas Km 110.
Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman Muslim Gunung Kudung pada hari yang sama.
Selama ini lokasi kejadian memang sudah dikenal sebagai kawasan rawan serangan buaya. Di sekitar jembatan juga telah dipasang plang larangan mandi karena adanya binatang buas. Bahkan, insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2025. Namun masih ada warga yang beraktivitas di sungai tersebut.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mematuhi larangan yang telah dipasang guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.

