Moskow, Satu Indonesia – Presiden Vladimir Putin memerintahkan Kementerian Situasi Darurat Rusia untuk mengirim bantuan ke Iran pada Kamis (12/03/2026).
Mengutip Anadolu, menurut kementerian tersebut bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan seberat 13 ton telah dikirim ke Azerbaijan untuk diserahkan kepada pihak berwenang Iran.
“Divisi penerbangan kementerian mengatur pengiriman obat-obatan ke Azerbaijan untuk diteruskan kepada perwakilan resmi pemerintah Iran,” ucap Kementerian Situasi Darurat Rusia.
Diketahui sebelumnya, pada Senin (09/03/2026), Putin melakukan percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas usulan penyelesain konflik di sekitar Iran.
Ajudan kebijakan luar negeri Kremlin Rusia, Yuri Ushakov, mengatakan Putin menyampaikan beberapa pemikiran untuk mengakhiri konflik Iran, secara politik dan diplomatik.
Putin menyarankan berlanjutnya kontak yang telah dilakukan dengan para pemimpin negara-negara Teluk, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan para pemimpin negara lain.
“Izinkan saya mengatakan bahwa pertukaran ide yang sangat substansial, dan tanpa diragukan lagi bermanfaat, telah terjadi,” ujar Ushakov, dikutip Reuters.
Sementara itu, Trump juga menyampaikan penilaian tentang perkembangan operasi AS dan Israel.
Ketegangan regional telah meningkat pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan Amir Hatami serta Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Mohammed Pakpour.
Teheran kemudian melancarkan serangan balasan dengan serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

