Jakarta, Satu Indonesia – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi melaksanakan Program Gentengisasi di kawasan padat penduduk Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat.
Program ini merupakan bagian dari agenda penataan permukiman yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian, memperbaiki sanitasi lingkungan, serta mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program ini menargetkan renovasi terhadap 52 unit rumah tidak layak huni. Dari jumlah tersebut, 23 unit merupakan milik pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang akan memperoleh pendampingan lanjutan. Selain itu, terdapat 10 UMKM lain yang dipersiapkan untuk mendapatkan pembinaan terkait pembiayaan usaha.
Melalui langkah ini, PKP berupaya menghadirkan peningkatan kualitas hidup sekaligus memperkuat fondasi ekonomi warga di kawasan Menteng Tenggulun.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, menjelaskan penataan kawasan Menteng Tenggulun dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor. Pihak yang terlibat antara lain Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sektor perbankan, pelaku CSR, serta Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta.
Seluruh pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong kawasan bersumber dari dana CSR yang dihimpun secara gotong royong.
Penataan Lorong dan Penguatan UMKM
Selain renovasi rumah, penataan juga mencakup perbaikan lorong kawasan serta pengembangan kawasan wisata kuliner berbasis UMKM. Kawasan Menteng Tenggulun dirancang sebagai proyek percontohan “Kampung Gotong Royong” dengan konsep hunian sehat dan penguatan ekonomi warga.
Program ini melibatkan kelompok ”Ladies Banker”, kelompok profesional perempuan di sektor perbankan yang akan memberikan pendampingan bagi UMKM, terutama dalam literasi keuangan dan kreativitas usaha. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen menata jalur dan koridor usaha warga agar lebih tertib dan menarik.
Fokus Rumah Sehat dan Genteng Layak
Ketua IAI Jakarta periode 2024–2027, Teguh Aryanto, menyampaikan bahwa renovasi difokuskan pada pemenuhan standar rumah sehat. Perbaikan mencakup aspek sanitasi, pencahayaan, serta penggantian atap rumah.
Program Gentengisasi mengarahkan penggunaan genteng sebagai pengganti atap seng agar lebih layak dan tahan lama. Lebih dari 50 arsitek IAI Jakarta terlibat secara pro bono dalam perencanaan desain rumah, tata ruang kawasan, dan estetika lorong.
Kementerian PKP sendiri memperkirakan kebutuhan anggaran program ini sekitar Rp5 miliar, yang seluruhnya akan bersumber dari dana CSR. Nilai tersebut pun masih dalam tahap perhitungan akhir.
Untuk pelaksanaan fisik, program direncanakan akan dimulai setelah Lebaran 2026, dengan target penyelesaian bertahap pada Juni hingga Juli 2026.
“Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga membangun semangat gotong royong antarwarga, pemerintah, dan dunia usaha. Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh bagaimana kawasan padat bisa bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya ekonomi,” pungkas Ditjen Perumahan Perkotaan.

