Satu Indonesia, Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan untuk mengedukasi sekitar 600 sekolah terkait pengelolaan sampah dari sumber. Langkah ini dilakukan untuk menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan sosialisasi telah dilakukan ke seluruh sekolah tingkat SD hingga SMP/MTs yang berada di bawah kewenangan pemerintah kota.
“Saya sudah melakukan sosialisasi ke seluruh sekolah di Balikpapan, mulai dari SD hingga SMP dan MTs. Totalnya kurang lebih 600 sekolah yang kami datangi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Sudirman, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, edukasi tersebut menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, baik di rumah tangga maupun di lingkungan sekolah. Menurut dia, kesadaran pengelolaan sampah perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber. Kalau di rumah dilakukan oleh keluarga, maka di sekolah dimulai dari lingkungan sekolah. Tujuannya untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” ujarnya.
Berdasarkan data DLH, produksi sampah di Balikpapan saat ini mencapai sekitar 550 ton per hari. Namun, melalui berbagai upaya pengurangan, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan.
Sudirman merinci, pengurangan dilakukan melalui operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Intermediate Treatment Facility (ITF), Material Recovery Facility (MRF), serta kontribusi pengurangan dari sektor rumah tangga dan sekolah.
“Total pengurangannya kurang lebih 120 ton per hari. Jadi sampah yang masuk ke TPA saat ini berkisar 380 sampai 400 ton per hari,” ungkapnya.
Ia berharap kolaborasi antara DLH dan Disdikbud tersebut mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pelajar mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Dengan demikian, volume sampah harian di Balikpapan dapat terus ditekan secara bertahap.
“Kami ingin membangun budaya sadar sampah sejak dini. Kalau ini konsisten dilakukan, dampaknya akan signifikan terhadap pengurangan sampah di kota ini,” kata Sudirman.

