Rabu, Maret 11, 2026
No menu items!

Petuah Imam Ghazali Tentang Bijak Memilih Teman

Samarinda, Satu Indonesia – Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup terisolasi dan selalu memerlukan kehadiran orang lain, termasuk sahabat yang memiliki peranan penting dalam kehidupan.

Bagi seorang muslim, penting untuk berhati-hati dalam memilih sahabat, sebab teman yang baik atau buruk akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter serta kepribadian seseorang.

Terkait dengan persahabatan, Imam Ghazali menjelaskan bahwa terdapat lima ciri sahabat sejati yang pantas dijadikan teman seperjalanan dalam kehidupan. Penjelasan ini tertuang dalam karya beliau, Bidayatul Hidayah (Indonesia, Pustaka Islamiyah: t.t), pada halaman 80–83, sebagaimana berikut:

  • Berakal
    Seorang muslim hendaknya bersahabat dengan orang yang mempunyai akal sehat. Menurut Imam Ghazali, bersahabat dengan orang dungu tidak akan membawa manfaat. Sebaliknya, bersahabat dengannya bisa membawa kerugian dan dampak buruk.

    Imam Ghazali kemudian mengutip syair Sayyidina Ali:

    فَلَا تَصْحَبْ أَخَا الْجَهْلِ * وَإِيَّاكَ وَإِيَّاهُ
    فَكَمْ مِنْ جَاهِلٍ أَرْدَى * حَلِيمًا حِينَ آخَاهُ
    يُقَاسُ الْمَرْءُ بِالْمَرْءِ * إِذَا مَا الْمَرْءُ مَاشَاهُ
    وَلِلشَّيْءِ عَلَى الشَّيْءِ * مَقَايِيسُ وَأَشْبَاهُ
    وَلِلْقَلْبِ عَلَى الْقَلْبِ * دَلِيلٌ حِينَ يَلْقَاهُ

    Artinya:
    “Janganlah bersahabat dengan orang jahil * dan waspadalah kamu terhadapnya
    Betapa banyak orang jahil membinasakan * orang santun ketika bersahabat dengannya
    Seseorang diukur dengan orang lain * ketika ia berjalan bersamanya
    Segala sesuatu memiliki * ukuran dan kesamaan 
    Dan hati atas hati lainnya * memiliki petunjuk ketika bertemu dengannya.”

    • Berakhlakul Karimah
      Imam Ghazali menyarankan agar umat Islam bisa bersahabat dengan orang yang mempunyai akhlakul karimah. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki akhlak mulia sebaiknya tidak dijadikan sebagai sahabat. Maksud dari orang yang tidak mempunyai akhlak mulia ini adalah orang yang tidak mampu mengendalikan diri ketika marah dan ketika punya keinginan (syahwat).

    Imam Ghazali kemudian mengutip wasiat Al-Qamah Al-‘Atharidi kepada anaknya, dia berkata:

    “Wahai anakku, jika kamu ingin bersahabat dengan seseorang, maka bersahabatlah dengan orang yang jika kamu melayaninya dia melindungimu, jika kamu bersahabat dengannya dia menghiasimu, dan jika kamu kesulitan dia akan meringankan bebanmu. Bersahabatlah dengan orang yang jika kamu mengulurkan tangan untuk kebaikan dia akan menyambutnya, jika dia melihat kebaikanmu dia akan menghargainya, dan jika dia melihat keburukanmu dia akan menutupinya.”

    • Saleh
      Di antara orang yang bisa dijadikan sebagai sahabat sejati adalah orang saleh yang selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Imam Ghazali mendorong agar umat Islam tidak bersahabat dengan orang fasik yang tidak takut kepada Allah dan terus menerus melakukan dosa besar.

    Imam Ghazali kemudian mengutip firman Allah dalam Surat Al-Kahfi ayat 28:

    وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

    Artinya: “Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas.”

    Menurut Imam Ghazali, orang fasik yang terus menerus melakukan dosa, seiring waktu akan menganggap remeh terhadap dosa tersebut. Ia mencontohkan ketika ada orang yang sering membicarakan aib orang lain (gibah), dia akan terbiasa dengan hal itu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa saja. 

    • Qanaah
      Orang yang qanaah dan tidak tamak terhadap dunia layak dijadikan sebagai sahabat sejati. Menurut Imam Ghazali, orang yang tamak terhadap dunia diibaratkan seperti racun yang mematikan. Pasalnya, karakter manusia cenderung meniru dan mengikuti pada orang yang sering berinteraksi dengannya.

    Bersahabat dengan orang yang tamak bisa membuat seseorang menjadi tamak bahkan ketamakan itu bisa semakin bertambah. Untuk itu, orang tamak tidak layak dijadikan sebagai sahabat karena karakter buruknya akan menular kepada orang yang selalu bersamanya.

    • Jujur
      Terakhir, ciri orang yang layak dijadikan sebagai sahabat sejati adalah orang yang memiliki sifat jujur. Imam Ghazali menganjurkan agar umat Islam tidak bersahabat dengan orang yang suka berbohong. Pasalnya, bersahabat dengan seorang pembohong, suatu hari akan tertipu dengan kebohongannya.

    Imam Ghazali mengumpamakan seorang pembohong seperti fatamorgana, dia akan mendekatkan sesuatu yang jauh dan mendekatkan sesuatu yang dekat.

    Itulah 5 ciri atau karakter seseorang yang layak dijadikan sebagai sahabat sejati menurut Imam Ghazali. Kelima ciri ini bisa dijadikan sebagai acuan bagi umat Islam dalam rangka mencari partner untuk mengarungi kehidupan ini. Jika memang sulit menemukan kelima karakter ini, setidaknya ada salah satu yang bisa dijadikan sebagai acuan. Wallahu a‘lam

    Sumber: Kemenag

    TERPOPULER

    TERKINI