Sabtu, Juni 13, 2026
No menu items!

Pemkot Balikpapan Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Nataru lewat Strategi 4K

Satu Indonesia, Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) meningkatkan upaya menjaga stabilitas bahan pokok penting (bapokting)  menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru  2026 dengan menerapkan strategi 4K: Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga, dan Kerja sama antar daerah. Pendekatan ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan akhir tahun serta potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem.

Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar menegaskan, strategi 4K menjadi pedoman seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan kota, terutama pada periode yang kerap mengalami peningkatan konsumsi masyarakat.

“Strategi 4K kami jadikan fondasi agar kebutuhan pangan warga tetap aman dalam berbagai kondisi. Kami ingin memastikan harga tetap stabil, pasokan terjaga, dan distribusi berjalan lancar sepanjang tahun,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Dalam aspek ketersediaan, Disdag telah memperluas jaringan kerja sama dengan daerah pemasok di luar Kalimantan Timur. Langkah ini, menurut Haemusri, menjadi kunci untuk menjaga kontinuitas bahan pokok sekaligus mencegah kekosongan stok. Para distributor pun diminta menambah persediaan lebih cepat sebelum memasuki puncak permintaan Nataru.

“Kami mendorong distributor untuk melakukan penambahan stok lebih awal agar tidak ada kondisi darurat akibat tingginya permintaan akhir tahun,” kata Haemusri.

Sementara itu, untuk kelancaran distribusi, pemerintah terus memantau jalur pengiriman barang dari Jawa dan Sulawesi yang rawan terganggu akibat cuaca buruk. Pemantauan harga harian di pasar tradisional juga diperketat untuk memastikan bahan pangan tetap terjangkau masyarakat.

Ia menyebutkan, meski pasokan saat ini relatif aman, potensi kenaikan harga sejumlah komoditas tetap harus diwaspadai. Cabai, bawang, dan daging ayam diprediksi menjadi komoditas yang paling sensitif terhadap peningkatan permintaan.

“Kenaikan harga bukan karena pasokan kurang, tetapi karena lonjakan konsumsi saat perayaan Nataru. Ini pola tahunan yang terus kami antisipasi,” tuturnya.

Disdag juga intens berkoordinasi dengan pelaku usaha dan ritel modern agar pasokan tetap stabil. Data pemantauan harga harian akan menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan langkah intervensi bila terjadi kenaikan harga di luar batas kewajaran.

“Tujuan kami jelas, memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan suasana Nataru berlangsung aman serta nyaman. Stabilitas harga menjadi prioritas utama,” tegas Haemusri.

TERPOPULER

TERKINI