Rabu, April 29, 2026
No menu items!

Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Gelar Aksi Sosial, Perkuat Kesadaran Gizi untuk Cegah Stunting di Margasari

Balikpapan, Satu Indonesia – Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan menggelar aksi sosial bertema “Tanggap Sosial Pengendalian dan Pencegahan Stunting” di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting di wilayah pesisir.

Aksi sosial tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan melalui Puskesmas Margasari, Bunda PAUD Kelurahan, serta kader PKK sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting.

Kegiatan turut dihadiri Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena, Ketua Perhimpunan Rasimah, Sekretaris Lembaga Adat Paser Ahmad Nur, Lurah Margasari beserta jajaran, serta Kepala Puskesmas Margasari, Suliani Panca Winasih.

Sebagai bentuk dukungan langsung kepada keluarga di kawasan pesisir, panitia membagikan paket makanan sehat berisi olahan ikan, telur, nugget, puding, dan kacang hijau, serta perlengkapan makan dan alat tulis untuk anak-anak PAUD Cempaka II RT 4 Margasari.

Dalam sambutannya, Hj. Nurlena yang juga Ketua TP PKK Kota Balikpapan menekankan bahwa stunting adalah ancaman serius terhadap kualitas generasi masa depan. Ia mengingatkan bahwa angka stunting di Kalimantan Timur masih berada di atas rata-rata nasional.

“Secara nasional, angka stunting sekitar 20 persen, sementara di Kaltim masih 23 persen. Ini menjadi tantangan bagi kita semua, termasuk organisasi perempuan seperti Bawe Paser untuk ikut berperan aktif dalam menekan kasus tersebut,” ujarnya.

Nurlena menegaskan bahwa peran orang tua dalam memastikan gizi seimbang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Gizi seimbang bukan sekadar kebutuhan, tetapi investasi masa depan. Orang tua harus lebih peduli dengan pola makan anak agar tumbuh optimal,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, para orang tua menunjukkan pemahaman yang cukup baik terkait ciri-ciri stunting. Salah satu warga, Noni, mengatakan, “Ciri stunting terlihat dari berat dan tinggi anak yang tidak sesuai usianya.”

Melalui kegiatan ini, Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan berharap dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, mendukung tumbuh kembang anak, dan bebas stunting, sebagai bagian dari upaya membentuk generasi emas Indonesia.

TERPOPULER

TERKINI

Buah Cempedak, Si Legit yang Baik untuk Kesehatan

Samarinda, Satu Indonesia – Siapa tak kenal dengan buah cempedak? Buah yang satu ini terkenal dengan aromanya yang sangat kuat, tajam, dan khas, sering...