Balikpapan, Satu Indonesia – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal KM Mina Maritim 148 di Perairan Talisayan, Kabupaten Berau.
Penutupan operasi dilakukan setelah pelaksanaan pencarian intensif selama tujuh hari di area seluas 7.453 nautical mile persegi (NM²) tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan tiga korban yang masih dinyatakan hilang. Keputusan ini telah melalui pertimbangan matang dan disepakati bersama pihak keluarga korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, S.T., M.M., menyampaikan bahwa meskipun operasi telah ditutup, kegiatan pemantauan dan kesiapsiagaan tetap akan dilanjutkan secara rutin.
Masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna laut di wilayah Talisayan dan sekitarnya, tetap diimbau untuk melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan korban.
“Pemantauan akan terus dilanjutkan secara rutin. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para nelayan dan pengguna laut di wilayah Talisayan dan sekitarnya, untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang terdekat apabila ditemukan tanda-tanda atau indikasi yang berkaitan dengan korban yang masih hilang,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo.
Dalam kesempatan yang sama, Dody Setiawan Suwondo juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan. Dukungan dan kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Berau, PT Berau Coal, Direktorat Operasi Basarnas, Basarnas Special Group, serta berbagai unsur dan relawan lainnya dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan operasi di lapangan.
Penutupan operasi SAR KM Mina Maritim 148 menandai berakhirnya tahap pencarian intensif, namun semangat untuk tetap siaga dan menolong sesama akan terus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran Basarnas dan mitra terkait.

