Minggu, Juni 21, 2026
No menu items!

Dua Mahasiswi Asal Samarinda Diringkus Usai Endorse Buntut Judi Online di Instagram

Balikpapan, Satu Indonesia – Tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Timur mengungkap praktik promosi judi online yang dilakukan dua mahasiswi asal Samarinda.

Kedua pelaku berinisial J (22) dan L (23) diringkus usai kedapatan aktif memasarkan situs perjudian melalui akun media sosial Instagram milik pribadinya.

Saat konferensi pers di Gedung Mahakam Polda Kaltim pada Kamis (23/10/2025), Kasubdit Penmas Polda Kaltim AKP Musliadi mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan setelah timnya melakukan patroli siber rutin yang menemukan aktivitas mencurigakan di media sosial.

“Keduanya mempromosikan situs judi dengan menautkan link di video dan insta story. Dari hasil penelusuran, link tersebut mengarah ke sejumlah situs permainan seperti slot, live casino, togel, hingga sports book,” jelas Musliadi didampingi Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim, Kompol Ariansyah.

Dalam konferensi pers ini, polisi tidak menghadirkan tersangka secara langsung. Namun, identitas keduanya ditampilkan melalui tiga layar besar di ruang konferensi, lengkap dengan barang bukti yang berhasil diamankan.

Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim Kompol Ariansyah (kanan) bersama Kasubdit Penmas Polda Kaltim AKP Musliadi saat memberikan keterangan pers di Gedung Mahakam Polda Kaltim terkait pengungkapan afiliator judi online di Samarinda, Kaltim, Kamis (23/10/2025) | Satu Indonesia/Istimewa-HO.

Barang bukti yang ditunjukkan antara lain beberapa unit telepon pintar, akun media sosial, email, kartu SIM, buku tabungan, hingga tangkapan layar (screenshot) konten promosi judi yang mereka unggah.

Kedua pelaku diringkus tidak bersamaan

Kompol Ariansyah menyebutkan, penangkapan dilakukan pada waktu berbeda. Tersangka J diamankan pada 4 Agustus, sedangkan L ditangkap pada 30 September 2025.

Meski ditangani dalam dua berkas perkara, keduanya memiliki pola kejahatan serupa.

J diketahui mempromosikan situs Inasultan88 dan Pulsuslot, sementara L mengunggah konten berisi tautan menuju situs Kipas899 selama hampir lima bulan berturut-turut.

“Kedua pelaku ini sangat aktif. Mereka memposting hampir setiap hari, sehingga mudah kami lacak,” ungkap Ariansyah.

Dari hasil penyelidikan, kedua mahasiswi tersebut menjadi afiliator dan mendapatkan bayaran antara Rp500 – 600 ribu, jika dirata-ratakan pendapatannya Rp2,5 juta perbulan, tergantung banyaknya pengunjung yang mengakses tautan promosi mereka.

Akun promosi diajukan pemblokiran ke Komdigi

Polda Kaltim menegaskan akan terus memperkuat patroli siber guna menekan aktivitas judi online di wilayah Kaltim. Setiap temuan situs atau akun promosi akan langsung diajukan untuk pemblokiran ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Kewenangan pemblokiran ada di Komdigi. Tugas kami adalah melakukan pelacakan dan pengajuan setelah bukti lengkap,” ujar Ariansyah menegaskan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait penyebaran konten bermuatan perjudian.

Untuk itu, Kasubdit Siber juga mengingatkan masyarakat, terutama kalangan muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Promosi judi online bukan hanya melanggar hukum, tapi juga bisa merusak masa depan. Jika menemukan aktivitas serupa di sekitar, segera laporkan ke pihak berwenang,” imbaunya.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI