Samarinda, Satu Indonesia – UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Mural untuk Siswa yang berlangsung di Gedung Rinjani, Taman Budaya Kaltim, pada Rabu (15/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama 13-15 Oktober 2025 ini diikuti oleh puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Samarinda yang antusias belajar seni mural sebagai bentuk ekspresi kreatif dan pelestarian budaya visual.
Adapun peserta pelatihan berasal dari tujuh sekolah di Kota Samarinda, yaitu MAN 2 Samarinda, SMA Katolik WR Soepratman, SMA Negeri 7 Samarinda, SMA Negeri 2 Samarinda, SMA Negeri 5 Samarinda, SMA Asisi Samarinda, dan SMA Islam Samarinda.

Pelatihan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan imajinasi dan kreativitas mereka dalam bidang seni rupa, khususnya seni mural yang kini semakin populer di kalangan remaja.
Kepala Seksi Publikasi UPTD Taman Budaya Kaltim, Sulistiorini, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut dengan lancar.
Ia menilai pelatihan mural ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan dengan baik dan melihat antusiasme para siswa yang luar biasa. Di sini, mereka bukan hanya belajar teknik menggambar mural, tapi juga memahami nilai-nilai budaya dan pesan moral di balik setiap karya,” ujarnya
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UPTD Taman Budaya Kaltim dalam melestarikan budaya dan mengembangkan kreativitas generasi muda, khususnya di bidang seni rupa.
“Kami terus berupaya menjadikan Taman Budaya sebagai ruang kreatif yang terbuka bagi siapa pun, termasuk pelajar. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan semangat cinta seni dan budaya daerah sejak dini,” jelasnya lagi.
Diketahui, pelaksanaan Pelatihan Mural Tahun 2025 ini bersumber dari DAK BOP MTB Tahun 2025, sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pengembangan seni dan budaya daerah.
Melalui kegiatan seperti ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap Taman Budaya dapat terus menjadi pusat kegiatan seni yang hidup, dinamis, dan mampu menjadi wadah bagi tumbuhnya talenta muda kreatif di Bumi Etam.
“Harapan kami, hasil dari pelatihan ini dapat memotivasi peserta untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam memperkaya seni di Kalimantan Timur. Ini adalah langkah kecil namun penting dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas daerah melalui karya anak bangsa,” tutupnya.
Dalam pelatihan ini, para siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis tentang seni mural, mulai dari perencanaan desain, pemilihan warna, hingga pelaksanaan karya di lapangan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kolaborasi dan melahirkan seniman mural baru yang memperkaya khazanah seni rupa daerah.

