Senin, April 20, 2026
No menu items!

Pemkot Siapkan Solusi Konkret Atasi Banjir di Kompleks PGRI Gunung Bahagia

Balikpapan, Satu Indonesia – Genangan air yang kerap melanda Kompleks PGRI di Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, kembali menjadi sorotan. Persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara warga dan DPRD Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan tersebut, warga mengeluhkan kondisi drainase yang dinilai tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Akibatnya, air sering meluap dan menggenangi rumah hingga setinggi lebih dari 30 sentimeter. Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kesehatan.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyatakan tengah menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PU Balikpapan, Jen Supriyanto, menjelaskan kawasan Kompleks PGRI sebenarnya sudah memiliki jaringan drainase. Namun kapasitas saluran yang ada tidak lagi memadai dan sulit diperluas karena kondisi wilayah yang padat.

“Saluran di kawasan itu sudah tidak mungkin dilebarkan. Di kiri dan kanan saluran, posisinya berhimpitan langsung dengan rumah warga. Kalau dipaksakan, bisa menimbulkan konflik lahan,” jelas Jen saat dikonfirmasi, Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, solusi jangka panjang yang paling realistis adalah pembangunan bendungan pengendali (bendali) di bagian hulu atau rumah pompa (polder system) untuk mengendalikan debit air menuju kawasan permukiman.

Jen mengungkapkan, kajian teknis pembangunan rumah pompa di saluran primer Sepinggan belum tersedia. Saat ini, Dinas PU baru memiliki kajian untuk wilayah Klandasan Kecil dan Klandasan Besar.

Rencana pembangunan bendali di hulu Kompleks PGRI sebenarnya telah tercantum dalam Masterplan Drainase Kota Balikpapan. Namun, proyek tersebut belum bisa direalisasikan karena terkendala status lahan yang masih dimiliki warga.

“Lokasinya berada di belakang Polda Kaltim. Nantinya, aliran air dari Kompleks PGRI akan dialirkan ke saluran Ruhui Rahayu atas, lalu masuk ke saluran primer Sepinggan,” terang Jen.

Ia menegaskan, pembebasan lahan menjadi kunci utama agar proyek bisa segera berjalan.

“Kalau pembebasan lahannya tuntas, kami siap memulai perencanaan teknis dan pembangunan fisiknya,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, yang membidangi infrastruktur, mendorong agar Pemkot segera menindaklanjuti proses pembebasan lahan dan penyusunan kajian teknis.

“Masalah banjir ini tidak bisa terus dibiarkan. Harus ada solusi permanen, bukan sekadar normalisasi kecil,” tegasnya.

Warga Kompleks PGRI pun berharap janji pemerintah segera direalisasikan.

“Kami sudah lama mendengar rencana pembangunan bendali, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Setiap hujan besar, rumah kami selalu tergenang,” keluh salah satu warga, Sutrisno.

Dengan cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir tahun, masyarakat menantikan langkah nyata Pemkot Balikpapan. Mereka berharap pembangunan bendali dan rumah pompa benar-benar terealisasi agar kawasan padat penduduk itu terbebas dari langganan banjir.

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...