Samarinda, Satu Indonesia – Sehubungan dengan regulasi baru dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah Kota Samarinda mulai menyoroti SLHS bagi seluruh mitra penyedia makanan di kota Tepian.
Sebagaimana diketahui, kepemilikan SLHS atau Sertifikat Laik Higiene Sanitasi menjadi sebuah poin wajib bagi seluruh mitra penyedia makanan guna tercapainya standar kesehatan dalam MBG.
Dalam keterangannya, Rabu (1/10/2025), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Ismed Kusasih mengungkapkan bahwa 13 Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di kota ini memang belum memiliki SLHS. Namun, ia menegaskan proses pemenuhan persyaratan tersebut sudah berjalan.
“Di Samarinda ada 13 SPPG dan memang semuanya belum memiliki (SLHS), tapi saat ini sudah dalam proses pemenuhan,” ungkad Ismed.
Sebagai langkah awal, Dinkes Samarinda telah menggelar pelatihan keamanan pangan selama dua hari bagi para penjamah makanan di SPPG.
Dengan diikuti sekitar 400 orang, pelatihan tersebut berisikan berbagai materi lengkap mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
“Jadi sudah ada 400-an penjamah makanan di yang tersebar di SPPG yang mendapat pelatihan tentang penjamah makanan,” lanjutnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pemenuhan SLHS harus sejalan dengan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Prinsip tersebut yakni mencakup kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sebelum mengolah makanan, pengelolaan air dan makanan yang aman, pengendalian sampah, pengelolaan limbah cair, serta penyediaan fasilitas sanitasi sesuai standar kesehatan.
Selain itu, BGN juga mewajibkan penggunaan bahan pangan lokal melalui surat edaran terbaru. Ketentuan tersebut dipastikan akan menjadi bagian penting dari strategi Samarinda dalam menjalankan program MBG.
“Pertimbangan penggunaan bahan pangan lokal akan menjadi perhatian, sesuai dengan instruksi pusat. Kita akan menyesuaikan dengan kondisi Samarinda, makanan apa saja yang bisa diolah dari bahan lokal untuk mendukung program ini,” pungkasnya.

