Senin, April 20, 2026
No menu items!

Perlukah Kita Minum Suplemen Kesehatan? Simak Faktanya!

Samarinda, Satu Indonesia – Apakah Anda sering merasa lelah atau mengalami gangguan kesehatan? Itu tandanya, tubuh memerlukan asupan yang tepat dan olahraga teratur agar tetap sehat dan bugar.

Sayangnya, kesibukan seringkali membuat kita tidak memiliki waktu untuk menjaga pola makan sehat dengan disertai olahraga. Akibatnya, nutrisi bagi tubuh pun tidak tercukupi.

Padahal, penelitian menyebutkan bahwa kebutuhan vitamin dan mineral berguna untuk metabolisme tubuh, penurunan risiko penyakit jantung koroner, cacat tabung saraf, kanker, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Saat kekurangan nutrisi, fungsi organ tubuh menurun. Oleh sebab itu, suplementasi menjadi cara yang paling tepat untuk mencegahnya.

Suplemen Bukan Obat

Penting untuk diketahui bahwa suplemen bukanlah obat, juga bukan makanan utama. Jadi sifatnya hanya melengkapi nutrisi yang kurang dari pola makan harian.

Suplemen dikonsumsi sesuai dengan kondisi tubuh seperti sedang sakit, kurangnya nafsu makan, penyerapan makanan yang kurang baik, saat tubuh memiliki banyak aktivitas atau mengeluarkan banyak energi, serta kondisi kesehatan yang rentan di usia tua.

Oleh sebab itu, suplementasi menjadi cara termudah untuk dapat melengkapi nutrisi harian yang dibutuhkan.

Ketahui Ini Sebelum Minum Suplemen

Dalam kondisi tertentu, suplemen memang bisa membantu tubuh. Namun kita tidak boleh sembarangan dalam mengkonsumsinya.

Sebelum mengonsumsi suplemen, perhatikan hal-hal berikut:

  • Pastikan untuk memilih suplemen organik yang aman, bebas pewarna, perasa, bahan pengawet, dan pemanis buatan.
    • Konsumsi suplemen bersama makanan, baik sebelum maupun sesudah makan.
    • Konsumsi sesuai anjuran dan kebutuhan. Hal ini perlu diperhatikan karena setiap orang memiliki struktur organ tubuh, sel-sel, dan jaringan yang berbeda-beda sehingga kecukupan gizi dan kebutuhan suplementasinya pun berbeda.
    • Minum air putih yang cukup untuk mengoptimalkan penyerapan dan distribusi suplemen ke seluruh tubuh.
    • Simpanlah suplemen di tempat yang kering, terlindung dari panas sinar matahari.

    Kelebihan Makanan Dibanding Suplemen

    Makanan memiliki berbagai manfaat yang lebih dibandingkan dengan suplemen, yaitu:

    • Memiliki zat gizi yang lebih kaya

    Makanan yang sehat dan beragam, mengandung berbagai zat gizi makro maupun zat gizi mikro, tidak hanya satu jenis zat gizi saja seperti suplemen.

    Contohnya, buah jeruk mengandung vitamin C, betakaroten yang baik untuk mata, kalsium yang baik untuk tulang dan gigi, serta berbagai zat gizi lainnya.

    • Mengandung serat

    Selain kaya zat gizi, banyak makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti, gandum, berbagai macam sayuran dan buah.

    Dari makanan-makanan tersebut, tubuh kita dapat mendapatkan asupan serat yang berguna untuk membantu pencernaan dan melancarkan BAB, serta mencegah terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2 dan berbagai macam penyakit jantung.

    • Terdiri dari zat kimia lain

    Antioksidan terdapat diberbagai sayuran dan buah-buahan seperti, jeruk, berbagai buah jenis berry, gandum, dan masih banyak lagi.

    Berbagai penelitian menunjukkan bahwa antioksidan berguna untuk mencegah kerusakan sel dan jaringan tubuh yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit seperti, Alzheimer, kanker, dan penyakit jantung.

    Selain itu, pada sayur-sayuran biasanya terdapat zat yaitu fitokimia, yang bermanfaat untuk mencegah tubuh terkena tekanan darah tinggi, diabetes melitus, kanker, dan penyakit jantung koroner.

    Siapa Yang Membutuhkan Suplemen?

    Jika Anda sering mengonsumsi makanan yang sehat, yaitu rendah lemak, garam, maupun gula, tinggi serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, maka Anda tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen atau pil vitamin apapun.

    Namun, orang yang mengalami beberapa kondisi fisiologis atau penyakit khusus, mungkin malah membutuhkan suplementasi untuk menunjang gizinya.

    Berikut kelompok orang-orang yang memerlukan suplemen vitamin dan mineral:

    • Ibu hamil dan ibu menyusui. Biasanya membutuhkan suplementasi zat besi, asam folat, dan berbagai mineral lain untuk menunjang kondisinya tersebut.
    • Lansia (orang yang berumur 50 tahun atau lebih). Pada usia tersebut disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak vitamin B12, untuk mencegah penurunan kognitif secara cepat.
    • Orang yang mengalami diare kronis, alergi makanan, atau penyakit pada hati, pencernaan, dan pankreas, dan kanker, yang membuat mereka tidak dapat mengonsumsi suatu makanan tertentu, sehingga mengalami kekurangan zat gizi.
    • Perempuan yang mengalami perdarahan hebat atau sedang menstruasi, biasanya mengalami kekurangan zat besi. Oleh karena itu mereka butuh zat besi tambahan dari suplemen.
    • Orang yang tidak makan dengan baik, atau memiliki kebiasaan makan yang kurang dari 1600 kalori per hari.
    • Orang yang melakukan diet vegan dan vegetarian.

    Jika Anda termasuk ke dalam kelompok yang telah disebutkan di atas, maka konsultasikan ke dokter Anda suplemen apa yang diperlukan untuk menunjang dan membantu menjaga kesehatan Anda.

    Namun bila tidak memiliki riwayat apapun dan merasa sehat, maka yang Anda butuhkan adalah makanan sehat, bukan suplemen. Bahkan mengonsumsi suplementasi atau multivitamin yang berlebih dapat mengakibatkan berbagai komplikasi bagi kesehatan Anda.

    TERPOPULER

    TERKINI

    Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

    Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...