Samarinda, Satu Indonesia – Akibat komentarnya yang bernada negatif terhadap petugas pemadam kebakaran (Damkar), seorang pemuda di Samarinda pun merasakan langsung praktek beratnya menjadi pemadam kebakaran.
Ia diminta mencoba mengangkat dan mengarahkan selang air bertekanan tinggi—peralatan utama yang digunakan saat memadamkan api.
Tak butuh waktu lama, pemuda tersebut mulai kewalahan. Selang yang tampak sederhana ternyata sangat berat dan sulit dikendalikan, apalagi saat air menyembur deras.
Keringat bercucuran, napas terengah, dan ekspresi lelah pun tak bisa disembunyikan. Ia bahkan sempat terjatuh lantaran tak kuat menahan tekanan air yang begitu kuat.
Momen tersebut menjadi titik balik. Ia mulai menyadari betapa besar perjuangan para petugas Damkar yang selama ini ia remehkan. Aksi edukatif ini pun menuai pujian dari masyarakat, yang menilai pendekatan Damkar sebagai langkah cerdas dan penuh empati dalam merespons kritik.
Source: Instagram/@damkar_samarinda

