Riyadh, Satu Indonesia – Pangeran Kerajaan Arab Saudi, Al Waleed bin Khaled Al Talal, meninggal dunia setelah koma panjang selama 20 tahun. Publik mengenal sang pangeran dengan julukan “The Sleeping Prince”.
Kematian Al Waleed diumumkan oleh ayahnya, Pangeran Khaled bin Talal, Sabtu (19/7/2025). Jenazahnya akan disalatkan di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh.
“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku,” bunyi Surah Al-Fajr ayat 27-30 dalam Al-Quran, yang dikutip ayahnya; Pangeran Khaled bin Talal Al-Saud, dalam pernyataan duka.
“Dengan hati yang meyakini kehendak dan ketetapan Allah, serta duka dan kesedihan yang mendalam, kami berduka cita atas putra kami tercinta,” imbuh pernyataan duka tersebut.
Al Waleed diketahui koma sejak 2005 setelah kecelakaan mobil di London. Tragedi itu menimpanya saat menjadi mahasiswa di Akademi Militer di London.
Setelah kecelakaan tragis itu, Al Waleed dirawat di King Abdulaziz Medical City. Selama itu pula dia hidup dalam koma dan dibantu alat medis.
Kisah “The Sleeping Pince” menarik simpati dari masyarakat dunia. Jutaan orang menantikan kisah kesembuhan Al Waleed dari waktu ke waktu.
Selama 20 tahun, Khaled menolak pencabutan alat-alat dukungan kehidupan untuk anaknya. Dia meyakini masih ada harapan bagi putranya untuk pulih.
Sempat ada tanda-tanda pemulihan pada 2019. Kala itu, Alwaleed membuat gerakan kecil, seperti mengangkat jari atau menggerakkan kepala. Meski begitu, tidak ada kemajuan pemulihan sejak saat itu.
Lahir pada April 1990, Pangeran Al Waleed adalah putra tertua Pangeran Khaled bin Talal Al-Saud, seorang bangsawan Arab Saudi terkemuka. Dia juga merupakan keponakan miliarder Pangeran Al Waleed bin Talal.
Al Waleed juga merupakan cicit dari Raja Abdulaziz, pendiri Kerajaan Arab Saudi. Status cucu dari Pangeran Talal bin Abdulaziz membuat Al Waleed sebagai bagian dari garis keturunan langsung keluarga kerajaan.

