Senin, April 20, 2026
No menu items!

Dinilai Siap, Samarinda Jadi Lokasi Perdana Pembangunan Sekolah Rakyat di Kaltim

Samarinda, Satu Indonesia – Kota Tepian, Samarinda menjadi satu-satunya yang dinilai siap untuk memulai pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kaltim tahun 2025 ini.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, Senin (23/6/2025) lalu.

Ia mengungkapkan, bahwa dari lima usulan pembangunan sekolah rakyat di Kaltim, baru Kota Samarinda yang dinilai siap untuk memulai pembangunan fisik. Usulan lainnya, yaitu satu milik provinsi dan tiga dari kabupaten/kota (Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Berau), masih dalam proses penilaian oleh tim pusat.

Ia melanjutkan, faktor krusial yang menentukan realisasi pembangunan sekolah rakyat hingga pertengahan 2025 ini adalah kesiapan lahan.

“Kemungkinan pembangunan bisa dilakukan tahun ini sangat tergantung dari kesiapan lahan. Harapannya, Juli ini sudah bisa berkontrak jika lahan siap bangun,” jelasnya.

Kementerian Sosial telah meninjau langsung kesiapan di Kota Samarinda untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan. Sementara itu, untuk usulan daerah lain, termasuk milik provinsi, masih terkendala kesiapan lahan yang dinilai memerlukan penanganan atau pematangan terlebih dahulu.

“Lahan yang sudah diajukan masih dalam penilaian. Kami juga diminta untuk menyiapkan lahan alternatif yang benar-benar siap bangun,” tambahnya.

Jika hasil survei menunjukkan bahwa pematangan lahan bisa diselesaikan dalam dua bulan, maka pembangunan sekolah rakyat di lokasi tersebut kemungkinan dapat dimulai tahun ini.

Namun, jika tidak memungkinkan, pembangunan untuk usulan provinsi akan dialokasikan tahun depan.

Pemerintah pusat terus mengalokasikan pembangunan sekolah rakyat setiap tahun, dengan prioritas pada daerah yang lahannya siap.

Perlu diketahui, program sekolah rakyat ini merupakan inisiatif pemerintah pusat yang mewajibkan kabupaten/kota untuk mengusulkan dan menyukseskannya. Provinsi sifatnya membekap apabila daya tampung di kabupaten/kota tidak mencukupi.

“Sekolah rakyat ini mulai dari SD hingga SMA. Jika waktu pematangan lahan memungkinkan, kemungkinan di SMA 16 Samarinda akan dijadikan lokasi permanen untuk sekolah rakyat, bukan lagi rintisan,” katanya lagi.

Terkait tenaga pendidik, pemerintah pusat akan segera memproses rekrutmen guru pengajar dan pengasuh begitu lokasi sekolah rakyat, khususnya di Samarinda yang sudah siap gedung dan lahannya, telah ditetapkan. Rekrutmen ini diperuntukkan bagi sekolah rintisan yang akan mulai beroperasi tahun ini.

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...