Kamis, April 23, 2026
No menu items!

Curah Hujan Tinggi Sejak Subuh, Samarinda Kembali Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor

Samarinda, Satu Indonesia – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Selasa (27/5/2025) sejak subuh yakni pukul 04.40 WITA, menyebabkan banyak wilayah mengalami genangan hingga banjir, terutama di dataran rendah.

Dalam keterangannya, Selasa (27/5/2025), Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso menyebutkan curah hujan cukup tinggi dan merata hampir di seluruh kecamatan. Namun, intensitas tertinggi terjadi di wilayah Samarinda Ilir, Sambutan, hingga Palaran.

“Curah hujan 50 hingga 60 mm per detik terjadi di beberapa titik. Ditambah kondisi pasang besar akibat bulan baru setinggi 2,1 meter, menyebabkan air hujan tertahan dan tidak mengalir ke sungai,” kata Suwarso.

Hingga pukul 12.00 WITA, BPBD Kota Samarinda mencatat lebih dari 30 titik banjir di sejumlah ruas jalan utama seperti Jl. DI Panjaitan, Jl. Anggrek Perum Talangsari, simpang Mugirejo, Jl. Suryanata, simpang Air Hitam, simpang Lembuswana, hingga Jl. Gajah Mada dan Jl. Citra Niaga.

Tak hanya itu, fasilitas umum juga ikut terdampak. Beberapa sekolah di Kecamatan Palaran seperti SMPN 13, SDN 05, SDN 011, SDN 014, dan SDN 019 mengalami genangan. Sekolah lainnya seperti SMP Negeri 6 Samarinda dan SD Normal Islam pun ikut terkena dampak.

Situasi diperparah dengan adanya pohon tumbang di tiga titik dan tanah longsor di sedikitnya 26 lokasi tersebar, mulai dari kawasan Gerilya, Giri Makmur, Batu Cermin, hingga Sidodadi dan AWS.

Upaya penanganan langsung dilakukan oleh BPBD Kota Samarinda bersama OPD terkait. Keduanya terus bergerak cepat melakukan evakuasi, penanganan darurat, dan pemantauan situasi lapangan.

“Tim BPBD sudah menurunkan perahu ke wilayah Suryanata dan mobil Dalmas untuk membantu mobilitas warga, terutama yang akan menuju Bandara APT Pranoto,”  ucapnya.

Meski intensitas hujan cukup tinggi, Suwarso memastikan Bendungan Benanga Lempake masih dalam kondisi aman dengan debit air 7,5 meter dan status hijau.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor. Masyarakat juga diharapkan segera melapor jika ada kondisi darurat ke BPBD Kota Samarinda melalui kanal resmi agar bantuan bisa segera disalurkan

“Jaga barang elektronik, hindari melintas dengan kendaraan bermesin di genangan dalam. Untuk yang tinggal di lereng atau daerah rawan longsor, segera evakuasi jika kondisi tanah mulai bergerak,” ujarnya.

BPBD Samarinda berharap cuaca segera membaik dalam waktu dekat agar genangan air bisa surut secara bertahap.

TERPOPULER

TERKINI