Medan, Satu Indonesia – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses menggelar pelatihan “Pemanfaatan Daun Kelor dalam Fortifikasi Pangan pada Olahan Moringa Mini Cookies (MoMiCoo) dan Moringa Chips” kepada ibu-ibu PKK Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai.
Pelatihan ini digelar di Aula Kantor Lurah Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan pada Selasa (29/4/2025).
Pelatihan ini merupakan program Projek Kepemimpinan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 dari Kelompok 1 PGSD A yang beranggotakan 10 orang, yaitu Asti Dwi Asih, Aulia Fitri, Fadhillah Isnaini, Firza Khairunnisa, Hilda Rahmadani Harahap, Lisa Febriyanti Siregar, Maulidya Nurliana, Mutia Fatihah, Siti Rodiah dan Tasya Natalia Sihombing.
Dosen Pengampu, Dr. Dewi Kesuma Nasution, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud pengabdian mahasiswa PPG FKIP UMSU kepada masyarakat, yaitu ibu-ibu PKK di Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai dalam memberikan pelatihan pengolahan daun kelor menjadi cookies dan kerupuk yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan UMKM di lingkungan ibu-ibu PKK di Kelurahan tersebut.
“Dalam pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan baru dalam pengolahan pangan, ketahanan pangan dan dapat mengembangkan usaha keluarga/rumahan,” ucapnya.
Ia juga berharap pelatihan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Sementara itu, Fadhillah Isnaini selaku Ketua Pelatihan ini mengungkapkan tujuan diadakannya pelatihan ini ialah untuk memberikan edukasi terkait pemanfaatan daun kelor untuk memenuhi nutrisi harian, alternative pangan atau cemilan sehat serta meningkatkan UMKM dan perekonomian masyarakat di Kelurahan Denai.
Kemudian, Sekretaris PKK Kelurahan Denai, Sri Susilawati mengapresiasi pelatihan yang diberikan oleh mahasiswa PPG UMSU. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat dan wawasan serta keterampilan bagi ibu-ibu PKK di Kelurahan Denai.
“Kami tim penggerak PKK Kelurahan Denai sangat mengapresiasi kegiatan ini. Karena ini banyak manfaatnya yang dapat diambil, kemudian juga menambah wawasan dan keterampilan ibu-ibu PKK yang nantinya kita harapkan bisa berkembang menjadi UMKM untuk bisa menambah income warga,” tutur Sri Susilawati.
Pada pelatihan ini, mahasiswa PPG UMSU memberikan edukasi terkait pemanfaatan daun kelor pada olahan cookies dan kerupuk. Kedua makanan ini dipilih karena cocok untuk dilakukan fortifikasi pangan dengan menambahkan bubuk daun kelor kedalam bahan olahannya.
Dimana kedua makanan tersebut merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Namun, kedua makanan tersebut memiliki kalori yang tinggi dan rendah nutrisi. Maka dari itu, ditambahkannya bubuk daun kelor kedalam bahan olahan kedua makanan tersebut bertujuan untuk meningkatkan nutrisi pada kedua makanan tersebut.
Daun kelor sendiri sering disebut sebagai superfood makanan karena kandungan nutrsinya yang luar biasa padat meskipun dalam jumlah kecil. Sebagai superfood, daun kelor memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya cocok dijadikan bagian dari pola makan sehat.
Daun kelor memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, menjadikannya salah satu superfood alami yang kaya manfaat. Daun ini mengandung vitamin A untuk menjaga kesehatan mata, vitamin C dan E sebagai antioksidan yang memperkuat daya tahan tubuh, serta kalsium yang penting bagi kesehatan tulang.
Selain itu, daun kelor juga mengandung zat besi yang membantu mencegah anemia, kalium untuk mendukung fungsi otot dan jantung, serta protein nabati lengkap yang penting bagi pertumbuhan dan perbaikan sel. Kandungan seratnya juga membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus.

