Senin, Februari 9, 2026
No menu items!

Cegah Terjadi Lagi Kecurangan, Unmul Perketat Pengawasan Ujian UTBK-SNBT

Samarinda Satu Indonesia – Buntut dari kasus kecurangan yang terungkap beberapa waktu lalu, Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur memperketat pengawasannya dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT).

Ujian tersebut diketahui akan berlangsung hingga Jumat (2/5/2025) nanti.

Dalam keterangannya, Selasa (29/4/2025), Wakil Rektor I Bidang Akademik Unmul Profesor Lambang Subagiyo menyatakan bahwa pihak Unmul hanyalah fasilitator, dan kejadian tidak terduga beberapa waktu lalu itu akan menjadi pelajaran untuk ke depannya.

“Kami di Unmul hanya sebagai fasilitator. Kejadian ini menjadi pelajaran ke depannya,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa petugas ujian telah menerapkan aturan sesuai prosedur yang berlaku. Meskipun begitu, pihaknya melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Sejauh ini baru satu temuan peserta curang itu saja. Belum ada lagi insiden serupa,” ucap Lambang.

Modus kecurangan peserta ujian yang sempat menggegerkan banyak pihak tersebut dapat dikatakan cukup cerdik, yakni dengan menyembunyikan telepon seluler, kabel, dan powerbank di balik tisu yang direkatkan di dada dan perutnya. Namun, petugas pemeriksaan berhasil mendeteksi perangkat tersebut melalui metal detector.

“Dia memang ada modusnya untuk mengelabui petugas. Jadi waktu ada pemeriksaan dia menyelinap di kamar mandi, pas kembali seakan-akan dia bilang sudah diperiksa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lambang mengungkapkan bahwa peserta yang melakukan kecurangan itu berasal dari Sulawesi, memilih peminatan di Universitas Brawijaya dan Universitas Hasanuddin sebagai pilihan kampusnya dalam UTBK-SNBT.

Video viral mengenai tindak tidak terpuji peserta tersebut memang sempat menghiasi berbagai media sosial, dimana memperlihatkan seorang peserta UTBK-SNBT di Unmul diamankan petugas karena kedapatan membawa perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk berbuat curang.

Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik yang diunggah akun X @AlnilamOmar pada Jumat (25/4/2025), tampak petugas menggeledah peserta berinisial RBF dan menemukan ponsel, kabel, serta powerbank yang disembunyikan di bagian dada dan perut peserta menggunakan tisu dan lakban.

Meskipun seharusnya didiskualifikasi sesuai SOP, RBF tetap diperbolehkan menyelesaikan ujian untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.

Selain ponsel, panitia juga menemukan alat dengar di tubuh RBF yang tidak aktif karena perangkat utamanya telah diamankan.

TERPOPULER

TERKINI

Komitmen Lindungi Pesut Mahakam, Pemkab Kukar Tetapkan Dua Desa Jadi Area Konservasi

Kukar, Satu Indonesia – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara semakin memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan ditetapkannya dua desa sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris)...