Selasa, Januari 13, 2026
No menu items!

Konjen Australia Makassar Lihat Potensi Kaltim Terbuka di Jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia II

Samarinda, Satu Indonesia – Pemprov Kaltim kembali mendapat kunjungan Konsul Jenderal Australia Makassar, Todd Dias pada Selasa (22/4/2025).

Kunjungan Todd Dias ke Kantor Gubernur disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni didampingi Kepala DPMPTSP Fahmi Prima Laksana dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Rahmat Ramadhan.

Kehadiran Konsul Jenderal Todd Dias untuk membantu menghubungkan kebutuhan investasi potensial di Kaltim dengan para investor atau pemilik modal di Australia.

“Selaku Konsul Jenderal Australia Makassar, saya selalu ingin mencari peluang untuk bisa meningkatkan investasi di Indonesia, terkhusus di Kalimantan Timur,” ungkap Todd Dias, yang sudah bertugas sekitar dua tahun di Konsulat Jenderal Australia Makassar.

Pihaknya akan menawarkan investasi kepada investor Australia terbuka dalam berbagai bidang, diantaranya perdagangan, peternakan, pendidikan dan kesehatan.

Sementara untuk perdagangan, Todd Dias melihat potensi Kaltim sangat terbuka dari jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Demikian pula untuk bidang peternakan, Australia siap mengirim 3.000 ekor sapi, jika Kaltim siap menerima. Kerja sama pengembangan sapinya pun masih sangat dimungkinkan.

Namun, kata dia, untuk pengiriman sapi dari Australia minimal harus 3.000 ekor, tidak boleh kurang.

Meski demikian, pihaknya hanya akan menjadi penghubung antara investasi apa yang dibutuhkan Kaltim dengan para calon investor Australia. Selanjutnya diserahkan kepada kesepakatan bisnis masing-masing pihak.

Sekda Sri Wahyuni pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa perhatian besar Gubernur H Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur H Seno Aji dalam pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Untuk pendidikan dan kesehatan, peluncuran Program Gratispol sudah dilakukan pada Senin (21/4/2025).

Sekda Sri Wahyuni menyebut, jika Gubernur Harum memiliki atensi besar dalam pembangunan bidang kesehatan.

“Beliau ingin agar layanan kesehatan ditingkatkan kualitas layanannya,” ungkap Sri.

Ia juga menjelaskan jika Gubernur Kaltim sangat ingin agar semua warga Kaltim masuk dalam BPJS Kesehatan melalui Program Gratispol.

Satu rencana besar Gubernur Harum dan Wakil Gubernur Seno Aji lainnya adalah membangun rumah sakit yang representatif di Kabupaten Kutai Barat.

“Rumah sakit itu akan menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat di Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” tambahnya.

Pasalnya, rumah sakit yang saat ini ada di Kutai Barat masih kelas C. Sehingga ketika ada pasien yang harus dirujuk ke Samarinda, masih diperlukan waktu minimal 8 jam untuk sampai ke Samarinda.

Merespons persoalan itu, Konsul Jenderal Todd Dias mengatakan jika Australia juga banyak memiliki perusahaan-perusahaan yang sangat berpengalaman membangun rumah sakit di daerah-daerah pelosok dan pedalaman.

“Kami juga punya banyak perusahaan yang sudah berpengalaman membangun rumah sakit di daerah-daerah yang jauh seperti di Afrika. Jadi terbuka untuk investasi di bidang kesehatan, seperti membangun rumah sakit di Kutai Barat,” jawab Todd Dias, yang dengan bangga menggunakan batik khas Kaltim, buah cinderamata dari pertemuan sebelumnya dengan Sekda Sri Wahyuni. Ini merupakan kunjungan kedua Todd Dias ke Benua Etam julukan Kalimantan Timur.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Pesan Tegas dan Tegas Prabowo  ke Dirut Pertamina,  Jangan Korupsi dan Markup !

Satu Indonesia, Balikpapan - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membersihkan PT Pertamina (Persero) dari praktik korupsi dan penyimpangan tata kelola. Pesan tegas itu...