Surabaya, Satu Indonesia – Persoalan penahanan ijazah mantan karyawan oleh pengusaha Jan Hwa Diana, pemilik perusahaan UD Sentoso Seal yang berada Pergudangan Margomulyo, Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) tambah bikin sesak dada.
Pasalnya, salah satu karyawan yang bernama Peter Evril Sitorus mengaku banyak temannya yang gajinya dipotong Rp 10.000 per Jumat. Ternyata pemotongan tersebut lantaran para karyawan izin untuk menunaikan shalat Jumat.
Ketika di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (17/4/2025), Peter mengungkapkan bahwa dirinya bekerja di UD Sentoso Seal sejak akhir Desember 2024.
“(Mulai jadi karyawan) akhir Desember 2024, keluarnya (setelah bekerja) 2 sampai 3 minggu,” kata Peter, dilansir dari Kompas, Jum’at (18/4/2025).
Saat itu, Peter mengetahui beberapa temannya yang beragama Islam gajinya dipotong lantaran tunaikan shalat Jumat. Meski begitu, para karyawan tetap memutuskan untuk beribadah.
Lebih lanjut, ungkap Piter, lantaran dirinya non-Islam, ia kurang mengetahui detailnya.
“Cuma saya tahu kalau ada pemotongan waktu shalat Jumat sebesar Rp 10.000. Per Jumat, kalau mau shalat Jumat, dipotong (gajinya),” ungkapnya.
Peter membeberkan, pendapatan yang diperolehnya dari perusahaan tersebut hanya sebesar Rp 80.000 per hari. Ia menilai, jumlah tersebut masih kurang kalau dibandingkan dengan tugasnya bekerja.
Piter berharap kasus ini cepat kelar, “Masalahnya selesai teratasi, dan ijazah saya dikembalikan,” tukasnya.
Sementara harapan usai melapor, Piter mengikuti sesuai prosedur hukum saja.
Dilihat dari akun Instagram resmi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, @cakj1, testimoni serupa disampaikan mantan karyawan Diana lainnya.
Saat menyampaikan kepada Armuji, Muslim mengaku bahwa gajinya dipotong saat shalat Jumat.
Ia mengungkapkan bahwa pemotongan upah Rp 10.000 itu dilakukan jika shalat Jumat lebih dari 20 menit sebagaiman waktu yang diberikan perusahaan untuk istirahat.
“Kalau kita Jumatan kan lebih dari itu Pak (waktunya), nah uang Rp 10.000 itu dianggap untuk mengganti waktu yang lebih,” ungkapnya.
Redaksi

